Selasa, 14 April 2026

Bali Larang Pasokan Unggas dari Jatim, Cegah Penularan Flu Burung

DENPASAR | SURYA Online-Instansi terkait di Provinsi Bali melarang para pedagang mendatangkan unggas --antara lain itik, ayam, dan menthok-- dari Jatim untuk diperdagangkan ke Bali. Dinas Peternakan Bali akan bertindak tegas jika pedagang nekat memasukkan unggas asal Jatim. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit, di Denpasar, Sabtu (10/1). "Tindakan tegas, berupa penyitaan unggas untuk dimusnahkan dan proses penyelesaian secara hukum, dimaksudkan untuk mencegah penularan flu burung,” tandasnya. Menurutnya, perbedaan harga unggas yang sangat mencolok antara di Banyuwangi, Jatim, dengan di Bali mendorong para pedagang antarpulau memasukkan unggas secara ilegal. Ida Bagus Alit mengingatkan mereka agar tak hanya memikirkan keuntungan semata. "Kami mengimbau para pedagang jangan semata-mata tergiur untuk meraih keuntungan besar dengan mengorbankan kepentingan lebih besar, yakni penularan flu burung, yang akhirnya merugikan semua pihak," kata Bagus Alit. Karena itulah, lalu lintas perdagangan unggas dan binatang ke Bali sejak beberapa waktu lalu mendapat pengawasan ekstraketat. "Tidak ada ampun bagi mereka yang mencoba-coba memasukkan unggas atau binatang ke Bali," tegasnya. Dinas Peternakan Bali dan beberapa instansi terkait juga melakukan tindakan maksinal dalam upaya mencegah dan menanggulangi flu burung atau avian influenza (AI). Tim pelacakan penyakit --melibatkan peran serta masyarakat dan tim Partisipatif Disis Respon (PDR) di tingkat banjar (setingkat dukuh), desa dan kecamatan-- terus memantau penyakit unggas, khususnya flu burung. “Informasi masyarakat tentang penyakit unggas menjadi prioritas penanganan dengan harapan dapat ditangani secara cepat, tepat dan tuntas,” kata Ida Bagus Alit. Berantas Rabies Di samping mewaspadai penularan flu burung, Pemprov Bali sedang disibukkan oleh upaya pemberantasan penyakit rabies. Itu sebabnya, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Bali dan siapapun yang bermukim di Pulau Dewata bertindak cepat jika menemukan indikasi binatang piaraan terjangkit rabies. “Masyarakat juga harus merawat binatang piaraan berupa anjing dan kucing dengan baik, tidak membiarkan berkeliaran,” tegas Pastika ketika melakukan vaksinasi anjing dan kucing di Banjar Taman Sari Sanur, Sabtu (10/1). Pastika mengingatkan masyarakat untuk mengandangkan dan merawat binatang piaraan dengan baik agar tidak berkeliaran. "Anjing-anjing liar atau binatang piaraan yang diliarkan akan segera dibunuh, jika ada indikasi terjangkit rabies," tandasnya. ant
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved