Kamis, 4 Juni 2026

Pencuri Sapi Tewas Dibenamkan ke Laut

Tayang:
Banyuwangi - Surya-Tiga Tersangka Lainnya Luka Parah.Aksi petualangan sekelompok orang yang diduga sebagai pencuri sapi asal Kabupaten Probolinggo berakhir tragis di Banyuwangi. Seorang anggota komplotan dihakimi warga kemudian ramai-ramai dibenamkan ke laut hingga tewas, sedangkan tiga lainnya luka parah setelah menjadi bulan-bulanan warga. Pencuri sapi yang tewas adalah Skp, 25, asal Desa Uripan, Probolinggo. Sedangkan tiga lainnya yang luka parah adalah EH, 22, Ddk, 25, keduanya warga Desa/Kecamatan Wonoasih, Probolinggo; dan Arn, 25, warga Kecamatan Kedung Supit, Probolinggo. Dari informasi yang dihimpun Surya, penangkapan berawal ketika warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, memergoki Skp dan EH di dekat rumah Sudik, warga desa setempat, sekitar pukul 05.00 WIB, Rabu (17/12). Ketika berpapasan dengan warga, keduanya ditanya arah tujuannya karena keduanya bukan warga desa tersebut. Warga curiga dengan gerak-gerik keduanya. Akhirnya warga mengejar kedua orang yang berusaha lari itu, dan menangkapnya di dekat balai desa setempat. Ternyata setelah diinterogasi, keduanya mengaku baru saja mencuri sapi di rumah Sudik. Akibatnya, warga yang sering menjadi korban pencurian sapi itu marah kemudian menghakimi Skp dan EH. Sekitar 100-an warga kemudian mendatangi lokasi penangkapan. Warga yang masih disulut amarah itu kemudian mengikat tangan Skp dan EH dengan tali. Tak hanya diikat, keduanya juga dihujani tendangan dan pukulan. Warga benar-benar sudah dirasuki rasa amarah. Mereka kemudian ramai-ramai membawa Skp dan EH ke pantai yang tidak jauh dari desa itu. Entah setan apa yang merasuki mereka, warga kemudian ramai-ramai membenamkan kepala dan tubuh Skp ke air laut di pantai itu hingga tewas. Aksi warga tak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian giliran memaksa EH ke pinggir laut itu untuk dibenamkan tubuhnya. Namun EH masih beruntung. Ketika warga hendak mengeksekusinya, sejumlah petugas dari Satreskrim Polres Banyuwangi tiba di lokasi mencegah niat warga tersebut. Polisi dengan susah payah membujuk warga agar melepaskan EH. "Awalnya warga tidak mau. Setelah dibujuk berkali-kali akhirnya warga mau menyerahkan satu pelaku yang masih hidup," kata seorang petugas di Polres Banyuwangi. Namun meski selamat, kondisi EH cukup mengenaskan dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Ternyata aksi warga masih berlanjut. Mereka mencari anggota komplotan Skp dan EH yang diduga terlibat pencurian sapi milik Sudik. Pada saat yang sama, beberapa warga mengaku sebelumnya melihat Skp dan EH bersama anggota komplotannya yang lain. Warga pun berpencar mencarinya. Dari pencarian itu, warga menemuka lelaki bernama Ddk sedang bersembunyi di sebuah ladang jagung di desa itu. Ddk pun bernasib sama, menjadi bulan-bulan warga, meskipun akhirnya berhasil diamankan polisi. Kelompok warga yang lain kemudian berhasil menangkap lelaki bernama Arn di kawasan Banyuputih. Sama seperti EH dan Ddk, Arn juga terluka parah menjadi sasaran amuk massa. Ketiganya kini dirawat di RSUD Blambangan. "Kami sudah geram melihat ulah mereka. Kami sudah tidak tahan dengan pencurian sapi yang beberapa kali terjadi di desa ini," kata Masrudi, warga desa setempat. Menurutnya, dalam dua bulan terakhir ini terjadi beberapa kali pencurian sapi. Karena itu, dalam seminggu terakhir ini warga menggelar ronda dan mengintai aksi komplotan pencuri sapi. Selain mengamankan tiga anggota komplotan, polisi mengamankan mobil dengan nomor polisi N 1998 X yang mereka gunakan untuk mengangkut sapi hasil curian. Mobil yang kemudian diamankan di Polsek Wongsorejo itu hampir saja dirusak massa, namun berhasil dicegah beberapa petugas dari Satuan Dalmas Polres Banyuwangi yang berjaga. Kapolres Banyuwangi AKBP Rachmat Mulyana mengatakan akan mengembangkan penangkapan tiga pelaku tersebut. "Akan kita kembangkan penyidikan ini, karena bisa saja kita mengungkap pelaku yang lain. Tetapi kami harapkan warga tidak lagi main hakim sendiri," kata Rachmat Mulyana. st9
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved