Pos Kupang
home / surabaya metro

Ahli Gizi: Banyak Anak-anak yang Mengalami Kelebihan Gizi

Sabtu, 28 April 2012 16:55 WIB
SURYA Online, SURABAYA -Permasalahan gizi yang dialami anak-anak kini mulai bergeser. Jika sebelumnya banyak dijumpai anak-anak kekurangan gizi, sekarang banyak sekali anak-anak yang mengalami gizi berlebih. Hal ini diungkapkan Yongga Primadyansah Amd.Gz di acara Gelar Kreasi Anak Sehat Ceria yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Rungkut dan Radio Antariksa, Sabtu (28/4/2012).

Gizi berlebih itu berawal dari kekhawatiran orangtua akan kondisi anaknya yang berat tubuhnya kecil (kurus). “Akibatnya mereka memberikan makanan sumber energi seperti nasi atau roti secara berlebih dan tidak memperhatikan sumber makanan lain,”kata Yongga.

Kondisi ini bukannya malah memperbaiki gizi tapi malah membuat si anak kelebihan berat badan (obesitas). Dan itu berarti akan menjadi masalah yang sama dengan kekurangan gizi.

Agar hal ini tidak terjadi, orangtua harus memperhatikan triguna makanan sehat, yakni makanan sumber energi seperti karbohidrat yang ada di nasi atau roti. Kemudian makanan sumber pembangun masa pertumbuhan dan perkembangan seperti lauk pauk, dan sumber pengatur seperti vitamin dan mineral yang ada di sayur dan buah-buahan.

Sementara untuk memilih makanan yang benar dan sehat, Yongga membagi tipsnya. Pertama amati warnanya mencolok atau tidak. “Kalau makanannya mencolok atau jauh beda dari warna aslinya ada kemungkinan ditambahi zat pewarna yang tidak aman seperti kerupuk, mie atau es krim,” katanya.

Cara lain adalah dengan mencicipi rasanya atau membau aromanya. Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam, sangat gurih hingga membuat lidah bergetar dan tenggorokan gatal.

Selain itu harus juga mengamati komposisinya, melihat apakah masih segar atau sudah kadaluarsa. “Bisa juga mengonsumsi makanan organik karena bebas bahan kimia, logam berat,”pungkasnya.

Seminar gizi ini juga  diisi dengan penampilan gerak dan lagu yang diikuti 16 kelompok bermain se Kecamatan Rungkut. Mereka tampil dengan mengenakan pakaian daerah-daerah di nusantara.  

Ketua Himpaudi Kecamatan Rungkut Erlina Novianti mengungkapkan, pakaian daerah itu untuk memperingati hari Kartini. “Ini untuk memberi pembelajaran mereka tentang cinta tanah air dan menanamkan nilai moral dan budi pekerti yang baik,” katanya.

Gerak dan lagu yang ditampilkan tidak dibatasi, tergantung kreasi masing-masing KB. “Kami sengaja tidak melombakan karena memang untuk KB tidak diperbolehkan,” pungkasnya.

Penulis : Musahadah
Editor : Heru Pramono
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site