Mantan Hakim Agung Bismar Siregar Meninggal Dunia
Kamis, 19 April 2012 13:54 WIB

SURYA Online, JAKARTA - Mantan Hakim Agung (1984 - 1995) Bismar Siregar hari Kamis meninggal pada pukul 12.25 WIB di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada usia 84 tahun karena pendarahan otak.
"Betul tadi jam 12.25 WIB Bismar Siregar telah wafat," kata putra ketiga Bismar Siregar, Kemalsjah Siregar, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis(19/4/2012).
Menurut Kemal, mantan hakim agung jaman orde baru ini masuk ICU RS Fatmawati pada Senin jam 12.00 WIB beliau mengalami koma di rumah dan dibawa ke RS karena ada pendarahan otak.
"Ada pendarahan di kepala, dan dioperasi dikeluarkan cairannya sejak ditemukan koma dia tidak pernah sadar," kata Kemal.
Dia mengungkapkan bahwa saat menghembuskan nafas terakhir beliau didampingi seluruh keluarga.
"Tujuh anak kandung serta menantu, adik kandung dari Medan beserta adik ipar mendampinginya," katanya.
Kemal juga mengatakan bahwa saat ini masih jenazah masih berada di RS Fatmawati dan akan dibawa ke rumah duka Jalan Cilandak I Nomor 25 A, Jakarta Selatan.
Dia juga mengungkapkan bahwa Bismar Siregar akan dikebumikan di pemakaman jeruk Purut Jakarta Selatan pada Jumat (20/4/2012) besok.
Hakim agung kelahiran Sipirok, Sumatera Utara pada 15 September 1928 ini merupakan teladan yang baik bagi anak-anaknya, kata Kemal.
"Para anak-anaknya belum berbuat banyak terhadap beliau untuk membahagiakannya. Beliau sangat baik dan tidak pernah menyuruh kami dan selalu memberi nasehat," katanya.
Hakim agung yang tidak sekolah dasar dan SMP ini mengawali karirnya menjadi jaksa di Kejari Palembang (1957-1959) dan Kejari Makassar/Ambon (1959-1961).
Karir hakimnya diawali Pengadilan Negeri Pangkalpinang (1961-1962), hakim di Pengadilan Negeri Pontianak (1962-1968), panitera Mahkamah Agung RI (1969-1971), Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara/Timur (1971-1980), Hakim Tinggi Jawa Barat, Bandung (1981-1982), Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, Medan (1982-1984) dan Hakim Agung di Mahkamah Agung RI (1984 - 1 Desember 1995).
Editor : Heru Pramono
Source : Antara
Share on Facebook