Sabtu, 1 Agustus 2015

Anggota DPRD Jatim Terancam Berkurang Tujuh Orang

Senin, 25 Maret 2013 21:00

Pasalnya, anggota dewan dari partai politik (parpol) yang tidak lolos jadi peserta pemilu 2014, wajib mengundurkan diri jika mereka kembali maju mencalonkan diri lewat partai lain. Jika tidak, pencalegan mereka terancam tidak diloloskan KPU.

Ketua bidang sosialisasi KPU Jatim, Nadjib Hamid mengatakan, sesuai pasal 19 huruf (i.2) P.KPU RI.No.7/2013 ditegaskan, bagi anggota DPR/DPRD yang mencalonkan dari parpol yang berbeda, diharuskan melampirkan surat pernyataan pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali.

 “Itu menjadi syarat bagi mereka yang ingin maju menjadi caleg lagi di pemilu 2014,” ujarnya, Senin (25/3/2013).

Hal senada disampaikan Ketua KPU Jatim Andrey Dewanto Ahmad. Menurutnya, bagi anggota dewan yang ingin maju caleg lagi dari partai berbeda, yang bersangkutan harus melampirkan surat pernyatan pengunduran diri dari partai lama. Dia mencontohkan, anggota dewan yang dulunya kader PKNU, untuk bisa maju jadi caleg pada pileg 2014, dia harus melampirkan surat pemberhentian dari PKNU.

“Surat tersebut harus dibuktikan dengan SK pemberhentian dari kepengurusan,” terangnya.

Selain SK pemberhentian dari partai lama, yang bersangkutan, kata Andre juga wajib membuat surat pernyataan berhenti dan mundur dari anggota dewan. Pengunduran diri dari anggota Legislatif itu terhitung saat mengajukan pencalonan diri sebagai caleg.

"Selain mundur dari partai lama, mereka juga harus mundur dari anggota dewan," tegas Andre.

Halaman12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas