Surya/

Profil Genetik Cara Cerdas Cegah Penyakit

"Di RSSA Malang, dari 3500 kelahiran ada 35 bayi yang tidak kelihatan jenis kelaminnya. Itu karena kesalahan pola nutrisi," ucapnya.

SURYA Online, MALANG- Prof.Fatchiyah, M.Kes., PhD, guru besar dari Universitas Brawijaya (UB) mengemukan pentingnya profil genetik bagi manusia, karena merupakan cara ampuh dan paling cerdas bagi individu untuk mengetahui jenis penyakit yang kemungkinan bersarang dalam tubuh.

"Seseorang yang memiliki garis keturunan penyakit diabetes misalnya, juga berpeluang terkena penyakit. Karena itu profil genetik penting untuk mencegah sedini mungkin," terangnya Senin (11/2/2013).

Dikatakan Fatchiyah, profil genetik dapat menjelaskan risiko individu dalam perkembangan suatu penyakit. Mengetahui profil genetik hanya butuh waktu singkat, yaitu 2 x 24 jam. "Setelah tahu profil gen, kita bisa memulai diet dengan nutrisi yang benar. Sebab, setiap gen memerlukan jenis nutrisi berbeda," jelas wanita yang memperoleh gelar doktornya di School of life Science di Jepang ini.

Keterkaitan nutrisi dengan faktor genetik inilah yang disebut nutrigenomik. Ia mencontohkan salah satu individu yang memiliki garis keturuan penyakit diabetes melitus harus melakukan diet serat tinggi dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. Juga dianjurkan mengkonsumsi kacang-kacangan.

Sementara untuk individu yang memiliki keturunan Rheumatoid arthritis (RA) atau penyakit rheumatik disarankan untuk mengonsumsi susu kambing peranakan etawa. Sel-sel CD4+ lah yang menginisiasi penyakit RA ini. Karena itu,protein susu di dalam susu kambing etawa ini mampu menjadi daya imun bagi kerusakan tulang. "Saya dan tim peneliti dari mahasiswa UB sedang memproduksi susu kambing etawah untuk dipasarkan secara massal," ungkap istri dari H.Syahri Maujuli Wicaksono tersebut.

Profil genetik juga penting dilakukan bagi wanita hamil. Sebab, salah mengonsumsi nutrisi berdampak pada ketidaknampaknya jenis kelamin bayi. "Di RSSA Malang, dari 3500 kelahiran ada 35 bayi yang tidak kelihatan jenis kelaminnya. Itu karena kesalahan pola nutrisi," ucapnya.

Untuk itu bagi ibu hamil harus segera mungkin memeriksakan kromosom sejak kehamilan masuk empat bulan. Dari hasil scan kromosom itu, maka jenis kelamin bayi akan diketahui. "Setelah jenis kelamin diketahui, maka nutrisi bisa disesuaikan. Tetapi sebaiknya tetap berpedoman pada empat sehat lima sempurna," bebernya.

Begitu pula bagi ibu calon bayi yang memiliki garis keturuan penyakit diabetes harus mulai mengurangi konsumsi gula. "Mengganti gula dengan madu. Jangan sampai penyakit kita juga membahayakan bayi kita," pungkas wanita berusia 49 tahun ini.

Berdasarkan penelitian yang berjudul 'nutrigenomik : strategi cerdas regulator mekanisme interaksi genomik dan nutrisi dalam penanganan kesehatan di masa depan', akhirnya mengantarkan Fatchiyah memperoleh penghargaan guru besar di bidang ilmu genetika molekular. Pengukuhan guru besarnya akan dilakukan Selasa (12/2/2013) besok.

Penulis: Siti Yuliana
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help