Jumat, 4 September 2015

Film 5 Cm Lahirkan Pendaki-Pendaki Pemula

Selasa, 1 Januari 2013 20:24

Film 5 Cm Lahirkan Pendaki-Pendaki Pemula
surya/eko darmoko
Pemandangan langit dan awan saat dipotret dari Puncak Mahameru

Dari rekap data BBTNBTS hingga berita ini ditulis, Selasa (01/01/13) malam, jumlah pendaki yang datang ke Semeru membengkak sampai angka ribuan. Pada tanggal 31 Desember 2012 tercatat ada 2.250 pendaki yang datang ke Semeru melalui Pos Ranu Pane, tanggal 1 Januari 2013 meningkat menjadi 2.410 pendaki. Sedangkan hingga Selasa malam, jumlah pendaki yang turun mencapai 1.438 orang.

“Sisa pendaki yang belum turun diperkirakan akan turun pada Selasa malam dan Rabu. Yang jelas, hingga Selasa malam ini yang turun sudah mencapai 1.438 pendaki. Ini data terakhir yang sudah kami rekap,” kata Deden, staf Pos Ranu Pane, saat dihubungi, Selasa (01/01/13).

Aktivitas pendakian sebuah gunung memang tidak serempak dilakukan para pendaki. Di saat gerombolan pendaki turun gunung, di saat itu juga ada gerombolan pendaki lain yang baru naik. Demikian halnya dengan Gunung Semeru. Namun, yang jelas, di pergantian tahun ini ada 2.000-an pendaki yang menghabiskan waktu di gunung yang konon tempat bersemayam para dewa ini.

Kepala BBTNBTS, Ayu Dewi Utari, mengungkapkan, banyaknya jumlah pendaki yang datang ke Semeru di perayaan Tahun Baru 2013 adalah lonjakan besar jika dibandingkan dengan Tahun Baru 2012 lalu. Lonjakan jumlah pendaki ini mencapai 75 persen hingga 100 persen. “Tahun Baru 2012 lalu jumlahnya (pendaki) tidak sebanyak Tahun Baru 2013 ini. Lonjakan ini mencapai 75 persen hingga 100 persen,” kata Ayu.

Dijelaskan Ayu, meskipun pendakian dibatasi sampai Pos Kalimati di ketinggian sekitar 3.000 mdpl, namun, berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, tentunya banyak pendaki nakal yang melanggar larangan ini. Pendaki-pendaki nakal ini nekat melanjutkan pendakian ke Mahameru (sebutan untuk Puncak Semeru) di ketinggian 3.676 mdpl.

“Selalu ada pendaki yang nakal. Mereka melanggar batas pendakian dan nekad melanjutkan ke Mahameru. Padahal ini sangat berbahaya, mengingat aktivitas Semeru sedang meningkat. Saya sering menerima laporan seperti itu,” kata Ayu.

Batas pendakian di Kalimati ini, ungkap Ayu, adalah demi menjaga keselamatan para pendaki dari ancaman aktivitas kawah Jonggring Saloko yang ada di Puncak Mahameru. Ditentukannya Kalimati sebagai batas pendakian, karena radius-nya cukup jauh untuk menghindari aktivitas kawah.

Halaman12
Penulis: Eko Darmoko
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas