Honda Kembali Perkuat Motor Sport
Honda CB 150 R akan melengkapi keberadaan produk sebelumnya motor sport sebelumnya seperti Mega Pro dan Tiger.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Satwika Rumeksa
Motor baru yang diharapkan bisa membangkitkan kembali penjualan di kelas sport itu, CB150R, sudah mulai dijual di Jatim pekan ini.
Honda CB 150 R akan melengkapi keberadaan produk sebelumnya motor sport sebelumnya seperti Mega Pro dan Tiger. Di kelompok motor sport primer, Honda masih memiliki Honda CBR yang juga masih mengisi pasar.
Dirut PT Mitra Pinasthika Mulia MPM Suwito menyatakan kehadiran CB. 150R akan membackup penjualan Honda over all agar bisa unggul. Ia menyebut saat ini penjualan motor sport Honda di Jatim masih rendah. "Kontribusi sport pada penjualan sekitar 15 persen yang 85 persen non sport," ujar Suwito.
Honda CB150R mesin 150 cc DOHC berbasis mesin Honda CBR 150. Motor ini juga dilengkapi rangka truss dan sistem suspensi belakang Pro-link. Mesin berpendingin cairan telah menarapkan sistem suplai bahan bakar fuel Injection. Teknologi ini dijadikan jaminan oleh Honda sebagai motor yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Lewat gaya baru ini Honda CB 150 R terlihat lebih garang dengan konsep Naked Bike dan desain speedy shapenya. Tak ubahnya tampilan naked di motor gede, tongkrongan mesin CBR 150R bisa terlihat jelas.
Direktur PT MPM, Dendy Sean yakin CB150R bisa mendongkrak kembali penjualan motor sport Honda. Konsep motor naked bike dengan harga yang bersaing juga jadi unggulan.Di Surabaya di tawarkan dengaan harga Rp 23.088.000.
Tahun ini penjulan kelompok motor midle sport di Jatim cukup rendah. Bertolak belakang dengan penguasaan market di kelompok matik, market share motoer sport masih di kisaran 17 persen.
Dendy menilai penjualan di midle sport tidak bisa naik karena Honda belum memiliki produk yang cukup kuat di kelompok ini. Kehadiran CB150 R inipun diharapkan jadi tonggak kebangkitan Honda di kelompok midle sport.
"Dulu kami bisa menguasai pasar sampai 70 persen, sekarang kami aaka mengambil balik paling tidak 50 persen dan targetnya kembali 70 persen," tegas Dendy. Ia yakin penjualan bisa terdongkrak karena produk Mega Pro juga masih tetap dipasarkan, sehingga secara total penjualan angkanya bisa membesar.