Rabu, 29 Juli 2015

Sapi Lokal Menjadi Berkah Bagi Masyarakat (1)

Selasa, 2 Oktober 2012 13:33

Sapi Lokal Menjadi Berkah Bagi Masyarakat (1)
foto: Surya/Mujib Anwar
SAPI LOKAL - Sapi lokal yang digemukkan PT Agri Satwa Jaya Kencana di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Pekerjaan memberi makan sapi tersebut dilakukan rutin dilakukan
Syafi’i dua kali dalam sehari. Makan pertama, pukul 08.00 dan kedua,
pukul 13.00. Dengan jumlah sapi yang digemukkan mencapai 2 ribu ekor,
sekali makan dibutuhkan enam pick up makanan. “Jadi sehari, butuh 12
pick up makanan,” ujar bapak satu anak ini, kepada Surya.

Dari jerih payahnya itu, setiap harinya warga Desa Karangsuko
Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang ini mendapat uang bayaran harian
sebesar Rp 40 ribu. Selain Syafi’i, Fadil, dan Bukori, 47 orang warga
sekitar juga ikut mengais rejeki di kandang peternakan seluas 2,7
hektare tersebut. Itu belum termasuk 15 orang staf yang bertugas
mengurusi bidang lainnya. “Alhamdulillah, gajinya lumayan dan cukup dipakai untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” tegas Fadil.

“Pokoknya keberadaan tempat peternakan ini jadi berkah bagi masyarakat
disini,” imbuh Syafi’i.

Staf Pembelian Sapi PT Agri Satwa Jaya Kencana Bambang Hidayat
menjelaskan, semua sapi yang digemukkan merupakan sapi lokal dan
dibeli dari pasar tradisional yang ada di Malang, Blitar, dan Tulung
Agung. Sapi yang dibeli harus punya struktur kaki kokoh dengan berat
rata-rata 330 kg/ekor dan tidak ada indikasi penyakit paru-paru. Per
kilo gram hidup, dibeli dengan harga Rp 27.500-28.500 .

“Mata rantai pembelian sapi ini melibatkan peternak, blantik kampung,
pasar lokal, blantik pengumpul hingga jagal. Jadi ada multiplayer
effect di bidang ekonomi disini. Tidak hanya bosnya saja yang untung,
tapi masyarakat lain juga diuntungkan,” katanya.

Usai dibeli, sapi akan digemukkan selama 120 hari. Dengan metode
penggemukan khusus, bobot sapi bertambah 1 kg/hari, dengan biaya pakan
antara Rp 18.000-19.000/hari/ekor. Dengan begitu, selama empat bulan
bobot sapi bertambah 120 kg menjadi 450 kg. Setelah itu, sapi dijual
kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging sehari-hari. “Harga
jual rata-rata Rp 29 ribu/kg. Kenaikan harga Rp 1.000 ini karena
rendemen sapi bertambah,” terang Bambang.

Manajer Operasional PT Agri Satwa Jaya Kencana Sukistiyo Widodo
mengatakan,  peternakan khusus untuk penggemukan atau fattingini yang
dikelolanya dan berdiri tahun 2000 awalnya menggunakan sapi impor.
Pertimbangannya, sapi impor memiliki kelebihan performen sehingga
mudah digemukkan.Tapi dari segi kualitas daging, sapi lokal lebih
bagus dari sapi impor, karena kandungan lemaknya lebih sedikit
dibanding sapi impor.

Halaman12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Heru Pramono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas