Tertampar Sego Tempong Mak Wah!

Nasi putih dikepung ragam sayuran rebus lengkap dengan sambal tempong terasi mentah superpedas, sungguh menampar muka hingga merah membara!

Tertampar Sego Tempong Mak Wah!
Choirun Nisa Ristanty

oleh : Choirun Nisa Ristanty
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris UM/Lare Osing
rista_niky@yahoo.co.id



Bulan puasa seperti ini, tak ada salahnya berbicara mengenai kuliner tradisional daerah. Barangkali, cocok untuk dijadikan sebagai santap berbuka atau kuliner usai salat tarawih. Jika pernah ketagihan rujak soto dan pecel rawon, jangan lewatkan penganan khas Banyuwangi lainnya, yakni sego tempong. Jika bukan warga Osing (suku asli Banyuwangi), pasti aneh dengan nama makanan satu ini. 

Bukan kuliner khas Banyuwangi namanya jika tak lepas dengan nama unik nan menggelitik telinga. Makanan ini rasanya sama dengan arti kata tempong dalam bahasa Indonesia yang artinya adalah memukul atau menampar. Tempong sendiri adalah nama sambal yang rasanya pedas menggigit, membuat wajah panas memerah serasa dipukul atau ditampar. 

Jika ditanya dimana tempat favorit masyarakat Banyuwangi bila kangen sensasi sego tempong? Jawabannya adalah sego tempong Mak Wah. Meski lokasinya terpencil, dekat stasiun Karangasem Banyuwangi, masuk ke dalam gang-gang kecil dan melewati persawahan, tetapi tak mengurangi jumlah penikmat rasa pedas khas terasi dan ranti uleg Mak Wah. 

Nasi tempong adalah nasi putih yang disuguhkan dengan padanan sayur-mayur rebus seperti kangkung, bayam, selada air, kembang turi, genjer, kubis, kacang panjang, terong, manisa dan mentimun ditambah sambal mentah terasi berbahan cabai rawit, terasi, sedikit garam, gula secukupnya dan ranti mentah (semacam tomat keriting khas Banyuwangi), lalu diuleg di atas layah batu besar. 

Agar kian nikmat, untuk lauk pauknya ditambah dengan dadar jagung yang oleh warga Laros (lare Osing) disebut gimbal jagung, tahu, tempe dan pepes ikan tongkol. Selain lauk pauk tersebut, nasi tempong Mak Wah juga nikmat jika disantap dengan ikan lele goreng, ikan mujaer kering goreng, ikan wader goreng, ikan laut bumbu merah, dan kare ayam. 

Di warung Mak Wah, pembeli bebas memilih lauk sesuka hati. Jika anda vegetarian, anda bisa menikmati nasi tempong ini tanpa nasi, cukup memesan satu porsi sayur-mayur rebus lengkap dengan sambal tempongya. Untuk minumannya, nasi tempong Mak Wah cocok diminum dengan teh hangat, jeruk hangat dan es temulawak yang diramu dengan asli resep tradisional. 

Warung nasi tempong Mak Wah buka mulai pukul 09.00 pagi hingga 21.00, sehingga nasi tempong ini cocok dijadikan sebagai santap siang, sore atau malam. Bisa juga dijadikan referensi untuk berbuka puasa, tetapi awas bagi anda yang perutnya tidak tahan pedas bisa-bisa bukan nikmat yang dirasa, tetapi perih. Hal ini tidak jadi masalah bagi sebagian besar masyarakat Banyuwangi, karena perut mereka tahan dengan penganan yang notabene berasa pedas dan panas. 

Lucunya, saat menyantap nasi tempong Mak Wah ini, anda akan melihat wajah-wajah pembeli di kanan-kiri anda memerah karena kepedasan di sendokan pertama, tetapi tetap mampu menyantap habis hingga sendokan terakhir dengan bibir dan mata memerah. Selamat mencoba tamparan sego tempong!


Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved