Kanal

Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Alokasi Dana untuk Trem di APBD 2019

Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi - surya/Fatimatuz Zahro

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa tahun depan dalam APBD 2019 tidak akanĀ ada alokasi dana untuk merealisasikan rencana angkutan massal trem.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Rabu (12/9/2018).

Eri mengatakan, tidak adanya alokasi tersebut karena adanya aturan yang tidak memperbolehkan angkutan massal dibiayai oleh negara secara langsung.

"Ini sudah dilakukan kajian sebenarnya sehingga trem bisa direalisasikan sesuai aturan yang berlaku. Dimana harus ada badan usaha," kata Eri.

Lantaran aturannya angkutan massal harus dijalankan oleh badan usaha milik daerah atau BUMD, pilihan penggunaan angkutan massal trem pun ada 2.

Yaitu dengan cara Built Operation and Transfer ataupun pendanaan seratus persen dari pihak swasta sehingga tidak ada lagi opsi pembiayaan dari APBD.

"Sampai sekarang belum ada usulan maupun perencanaan untuk memasukkan anggaran trend di APBD 2019. Karena itu tadi sistemnya harus melalui BUMN sehingga tidak ada lagi pendanaan APBD meskipun untuk pembangunan jalur trem itu sendiri," kata Eri.

Dalam aturan yang berlaku jika sudah dikelolakan kepada BUMD maka pemerintah bisa mengatur terkait subsidi. Interferensinya hanya seputar itu.

Meski tanpa APBD Eri menegaskan bahwa gagasan untuk merealisasikan angkutan massal trend di Surabaya tetap bisa dilaksanakan. Bahkan meskipun masa jabatan walikota saat ini sudah berakhir.

Sebab perencanaan realisasi trend menurut Eri juga berdasarkan kajian kebutuhan angkutan massal di Surabaya saat ini.

"Ketika ada kajian bahwa Kota Surabaya membutuhkan trem entah itu digabung nanti dengan kereta yang elevated maka kajian itu yang harus dilakukan sebab kondisinya pertumbuhan kendaraan pribadi semakin banyak," imbuhnya.

Sehingga untuk menangani kemacetan adalah penyediaan layanan public transport yang nyaman agar masyarakat pengguna kendaraan pribadi mau berpindah ke angkutan umum.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer