Kanal

Pakde Karwo Akan Buka-bukaan soal Sikapnya di Pilpres 2019 Saat Launching Rumah Politik Jatim

Pakde Karwo menghadiri launching Rumah Politik Jatim yang digagas TribunJatim Network di Hotel Santika, Surabaya, Rabu (12/9/2019). - SURYA.co.id/Sugiharto

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Soekarwo memilih fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota legislatif di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. 

Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini menolak berbicara lebih jauh terkait dengan pemilihan presiden (Pilpres 2019) yang juga akan berlangsung serentak bersamaan dengan pileg nanti. 

"Saya memilih fokus meningkatkan kualitas serta kuantitas anggota legislatif di DPRD Jatim saja dibanding bicara pilpres," kata Pakde Karwo  ketika ditemui di acara Launching ‘Rumah Politik Jatim’ di Hotel Santika, Surabaya, Rabu (12/9/2018).

Baca: Mahasiswa dan Kader Parpol Bedatangan di Acara Launching ‘Rumah Politik Jatim’ di Hotel Santika

Pakde Karwo juga menolak untuk menjadi juru kampanye nasional, baik untuk pasangan bakal calon presiden Jokowi-KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Selain itu, Pakde Karwo juga memilih fokus menyelesaikan masa kerjanya sebagai Gubernur Jawa Timur yang akan berakhir pada Pebruari 2019. 

"Kan saya harus jadi untuk bisa menjadi juru kampanye. Namun,  enggak saat ini saya tidak pernah mengajukan cuti," kata Pakde Karwo. 

"Sebab, tugas saya sebagai Gubernur memang baru selesai depan depan," katanya. 

Baca: Live Streaming Launching TribunJatim Network dan Diskusi Politik Jatim di Pilpres 2019

Seperti apa sikap utuh Pakde Karwo di pemilihan presiden mendatang? 

Pakde Karwo memberikan penjelasan potensi Jawa Timur pemilu mendatang lewat acara Launching Tribun Jatim Network: ‘Rumah Politik Jawa Timur’ yang mengambil tema "Peran strategis jawa timur dalam konsentrasi politik nasional jelang pilpres 2019".

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Iksan Fauzi

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer