Kanal

MCW Gelar Forum Konsultasi Publik, 4 Poin Penting ini untuk Pemkot Malang

Forum konsultasi publik digelar di ruang sidang Balai Kota Malang, Rabu (12/9/2018). Dalam kesempatan tersebut MCW menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada Pemkot Malang. - surya.co.id/alfi syahri ramadan

SURYA.co.id | MALANG - Malang Corruption Watch (MCW) menggelar forum konsultasi publik di ruang sidang Balai Kota Malang, Rabu (12/9/2018). Beberapa hal terkait aduan dari publik disampaikan oleh MCW kepada pemerintah kota Malang pada forum tersebut.

Setidaknya MCW menyampaikan empat poin penting dari berbegai macam aspek dan bidang kepada pemkot Malang. Beberapa poin tersebut adalah mengenai pendidikan, kesehatan, layanan publik dan infrastruksur. Keempat poin tersebut dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemkot Malang.

Koordinator MCW, Fahrudin yang hadir dalam konsultasi publik tersebut menyampaikan bahwa forum diskusi tersebut bukanlah yang pertama kali. MCW menilai saat ini empat poin utama yang disampaikan tersebut saat ini masih perlu ditingkatkan lagi pelayananya.

"Apa yang kami sampaikan ini merupakan keluhan masyarakat yang dihimpun oleh MCW. Harapan kami ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di kota Malang," ucapnya Rabu (12/9/2018).

Fahrudin mencontohkan untuk permasalahan perparkiran di kota Malang. Ia menyebut bahwa potensi pemasukan di kota Malang sangat besar. Tetapi sejauh ini target pendapatan dari parkir tidak lebih dari Rp 10 Milyar.

"Kalau dari catatan riset MCW, potensi perparkiran di Kota Malang ini bisa mencapai Rp 500 milyar. Tentunya ke depan Pemkot Malang harus membuat suatu program yang bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi juga tetap harus memikirkan kesejahteraan tukang parkirnya juga," imbuhnya.

Tak hanya permasalahan parkir saja. Fahrudin juga menyoroti hal-hal lain seperti pembangunan infrastruktur yang dinilai masih belum menyeluruh di Kota Malang. Terutama untuk infrastruktur berbasis jalan raya. Saat ini permasalahan infrastruktur memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Malang.

Terutama untuk bisa mengurangi kemacetan yang hampir ditemui disetiap sudut kota. Hal itu juga menjadi salah satu pokok pembahasan yang disampaikan MCW kepada Pemkot Malang.

"Sampai saat ini kami melihat belum ada program strategih dari pemkot Malang yang mengarah pada penyelesaian masalah. Bahkan beberapa hal masih sekedar wacana seperti tol dalam kota dan lainya," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan terima kasih atas apa yang sudah disampaikan MCW. Beberapa hal yang disampaikan oleh MCW kini memang menjadi agenda prioritas bagi pemerintah kota Malang. Salah satunya adalah untuk penyelesaian soal masalah perparkiran.

"Saat ini bagian perekonomian sudah mulai melakukan kajian untuk melihat layanan pemerintah yang bisa mengelola parkir sebagai BUMD. Kalau nanti untuk urusan parkir ini ada badan yang mengurusi sendiri tentu akan lebih mudah mengatur keleluasaan dalam membuat aturan soal masalah parkir," tukas Wasto.

Tak hanya itu, kedepan Sekda Kota Malang siap memfasilitasi diskusi serupa. Namun, natinnya untuk diskusi tersebut akan lebih fokus kepada pembahasan masalah dengan dinas terkait. Agar untuk permasalahan yang dilaporkan bisa selesai dengan baik.

"Kami siap menfasilitasi untuk diskusi serupa. Nantinya mungkin untuk diskusi seperti ini bisa langsung dengan dinas terkait," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Parmin

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer