Kanal

Direktur Tribun Jatim Network : ‘Rumah Politik Jawa Timur’ Terinspirasi Fenomena Pilpres AS 2016

Para pembicara, (dari kiri) pakar komunikasi dari Universitas Airlangga Sukowidodo, Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo), dan Direktur TribunJatim Network Febby Mahendra. - SURYA.co.id/Sugiharto

SURYA.co.id | SURABAYA - Launching ‘Rumah Politik Jatim’ yang digagas oleh Tribun Jatim Network di Hotel Santika Jemursari, Rabu (11/9/2018) diisi dengan talkshow politik.

Tribun Jatim Network meliputi SURYA.co.id, SURYAMALANG.com, dan TribunJatim.com.

Adapun tema talkshow adalah ‘Peran Strategis Jawa Timur dalam Konstelasi Politik Nasional Jelang Pilpres 2019’. 

Baca: Pakar Komunikasi Unair, Sukowidodo : Politisi Harus Update Berita Politik di TribunJatim Network

Baca: Pakde Karwo Sambut Positif ‘Rumah Politik Jatim’ yang Digagas TribunJatim Network

Hadir sebagai narasumber talkshow, Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo itu juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur.

Selain Pakde Karwo, ada pakar Komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo, serta Direktur Tribun Jatim Network Febby Mahendra Putra. 

Direktur Tribun Network Febby Mahendra Putra menyampaikan inisiasi mendirikan ‘Rumah Politik Jatim’ terinspirasi dari fenomena pemilihan presiden di Amerika 2016.  

Baca: Pakde Karwo Akan Buka-bukaan soal Sikapnya di Pilpres 2019 Saat Launching Rumah Politik Jatim

Media mainstream di Amerika kehilangan pengaruh dibandingkan media sosial yang sangat kuat mengampanyekan Donald Trump.  

"Warga Amerika lebih suka dengan diskursus yang ada di media sosial, sehingga media mainstream kehilangan pengaruh," kata Febby. 

Dalam pemilu Amerika 2016, tak banyak orang yang mengira Donald Trump akan menjadi pemenang. 

Kemenangan itu berkat para pendukungnya begitu keras bergerak di media sosial.  Sedangkan para pemilih Hillary Clinton lebih banyak diam.  

Namun, fakta yang terjadi, kampanye di media sosial tidak mewakili apa yang dibutuhkan pemilih. Terlebih dengan banyaknya akun palsu dan juga banyaknya berita hoax. 

"Di sinilah fungsi Tribun Jatim Network, sebagai pers, kami memiliki tradisi verifikasi dan memberikan hak untuk masyarakat mengetahui apa yang benar. Karena di tengah gempuran informasi yang luar biasa (di media sosial), masyarakat membutuhkan informasi yang benar," beber Febby.  

Baca: Media Harus Ikut Bertanggungjawab Edukasi Generasi Milineal Berpolitik

Ada tiga hal yang kan disajikan dalam ‘Rumah Politik Jatim’, yaitu what happen (apa yang terjadi), what does it means (apa makna di balik peristiwa politik untuk masyarakat),  dan yang ketiga adalah apa yang harus kita lakukan atas peristiwa politik tersebut.  

"Yang menjadi dasar adalah dari 185 juta pemilih nasional, 30,5 juta pemilih ada di Jawa Timur,  dan 14.6 juta dari pemilih Jawa Timur adalah generasi milenial yang sangat akrab dengan penggunaan internet," tegasnya. 

Kaum milenial menjadi segmen penting untuk dijamah informasi politik. Padahal karakter anak milenial itu individual, pengguna media sosial, dan cenderung apatis pada politik.  

"Komunitas milenial mau berbincang politik saat politik itu ramai di media sosial. Maka kita membawa apa yang sedang tren di media sosial dengan memberikan konteks dan verifikasi atas apa yang sedang tren, sehingga bisa menjadi rujukan bagi masyarakat. Tradisinya adalah verifikasi dan keberimbangan," ungkap Febby.  

Ditegaskan Febby, di setiap momen pemilihan presiden atau kepala daerah, Kompas Gramedia (termasuk Tribun Jatim Network) tidak memiliki beban kepentingan.

Termasuk tidak ada political standing untuk condong pada salah satu calon presiden.  

Febby juga menyampaikan Tribun Jatim Network sudah mencapai 1 juta visitor.

Ia berharap, dengan launching ‘Rumah Politik Jatim’ ini bisa memberikan ruang informasi yang menyenangkan dan mencerahkan bagi masyarakat secara luas.  

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Iksan Fauzi

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer