Kanal

Bupati Sidoarjo: Gedung Terpadu Didanai APBD, RS Barat Pakai Skema KPBU

Tim dari Toyo University saat paparan di depan Bupati dan para pejabat Pemkab Sidoarjo, Rabu (12/9/2018) - surabaya.tribunnews.com/m taufik

Terkait pembangunan rumah sakit barat dan gedung terpadu, pihaknya juga sudah melakukan berbagai penelitian. Hasilnya, disebut bakal sangat menguntungkan jika dua proyek itu memakai skema KPBU.

Sehari sebelumnya, dua proyek itu juga dipaparkan Tim Anggaran Pemkab Sidoarjo ke Badan Anggaran DPRD Sidoarjo. Termasuk tentang berbagai alasan harus memilih KPBU. Namun, paparan ketiga kalinya ini juga belum menghasilkan kesepakatan.

Sejumlah kalangan di dewan tetap ngotot bahwa rumah sakit harus dibangun pakai APBD. Menurut Wakil Ketua DPRD Taufik Hidayat Tri Yudono, rumah sakit berfungsi menyediakan layanan kesehatan prima serta murah bagi warga. Nah, kalau dikelola swasta dikhawatirkan biaya mahal.

Sementara anggota Banggar DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menyatakan bahwa beberapa rumah sakit di Jawa Timur sukses dibangun menggunakan APBD. Misalnya rumah sakit di Kediri. Total anggaran pembangunan mencapai Rp 241 miliar dan saat ini sudah tuntas.

"Rumah sakit itu bakal dibuka tahun depan. Dan saat ini sudah ratusan tenaga kesehatan yang antri mendaftar," kata dia.

Sejak beberapa waktu lalu, mayoritas anggota dewan memang menolak pembangunan rumah sakit dengan skema KPBU. Selain itu, mereka juga tidak setuju dengan rencana Pemkab Sidoarjo membangun gedung terpadu.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer