Kanal

Bedah Buku Prof Nur Syam Jadi Pembuka Festival Hari Santri 2018 UINSA

Prof Nur Syam (kanan) saat menyerahkan tiga buku karyanya, Rabu (12/9/2018). - surya/sulvi sofiana

SURYA.co.id | SURABAYA - Menyambut Puncak Perayaan Hari Santri, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengadakan bedah buku atas karya Guru Besar Bidang Sosiologi UINSA, Prof Nur Syam, Rabu (12/9/2018).

Ahmad Nur Fuad, Ketua Penyelenggara Bedah Buku mengungkapkan bedah buku ini sekaligus sebagai salah satu aspek penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu sebagai penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Sehingga penempatannya sebagai pembuka Hari Santri diharapkan bisa menginspirasi civitas akademik untuk terus berkarya.

“Karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh tenaga pendidik perlu disebarkan kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menciptakan dialog di kalangan masyarakat akademik tentang ide-ide yang dihasilkan oleh akademisi sekaligus untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat,” tegas pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana UINSA saat membedah sekaligus launching atas tiga buku karangan Rektor UINSAPeriode 2009-2012 tersebut di Twin Towers UINSA.

Sementara itu, Prof Nur Syam dalam orasi akademiknya menyampaikan, ketiga buku yang dihasilkan memiliki kesamaan tema besar mengenai Pemikiran akan Islam Nusantara dengan semangat moderasi beragama.

Ketiga buku tersebut berjudul, Islam Nusantara Berkemajuan: Tantangan dan Upaya Moderasi Agama.
Kemudian Menjaga Harmoni Menuai Damai : Islam, Pendidikan dan Kebangsaan dan Demi Agama, Nusa, dan Bangsa : Memaknai Agama, Kerukunan Umat Beragama, Pendidikan, dan Wawasan Kebangsaan.

Lebih lanjut Prof Nur Syam menjelaskan, konsep Islam Nusantara bukanlah varian Islam baru.

"Islam Nusantara itu, Islam yang telah dikenal memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan Islam di Timur Tengah dan telah berkolaborasi dengan tradisi dan budaya masyarakat nusantara dalam kurun waktu yang sangat lama, sehingga membentuk kekhasan tersendiri,"urainya.

Tema Islam Nusantara,lanjutnya, menjadi penting untuk kembali dipahami menyusul tantangan yang cenderung mengarah pada Gerakan Ekstrimisme, Terorisme, hingga Radikalisme dalam konteks beragama.

“Berbagai tantangan tersebut dapat diatasi dengan beberapa pendekatan, salah satunya pendidikan. Dunia pendidikan harus dapat menjadi solusi atas kerusakan generasi muda,” tegas Prof Nur Syam.

Pendekatan lainnya antara lain, memperkuat kesejahteraan masyarakat dan Pengembangan SDM.

“Bedah buku ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat Gerakan Moderasi Beragama yang sekarang menjadi isu nasional dan internasional,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer