Kanal

Tahun Politik, Kapolda Minta Doa dan Dukungan Ulama untuk Keamanan Jatim

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan saat berkunjung ke kediaman Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdusshomad Bukhori di Sepanjang, Taman, Sidoarjo, Selasa (11/9/2018). - surabaya.tribunnews.com/m taufik

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan berkunjung ke kediaman Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur, KH Abdusshomad Bukhori di Sepanjang, Taman, Sidoarjo, Selasa (11/9/2018).

Dalam kunjungannya di hari kedua menjabat Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan juga sempat Salat Ashar berjamaah di Masjid Al Ikhsan dan mengunjungi Pondok Pesantren Dharussyifa' Asshomadiyah di dekat rumah Kiai Abdusshomad Bukhori.

"Kedatangan kami ini untuk bersilaturahmi. Memohon doa, bimbingan dan arahan kepada ulama untuk menjaga keamanan serta ketertiban di Jawa Timur," kata Kapolda kepada wartawan di sela kunjungannya tersebut.

Mayoritas warga Jawa Timur adalah muslim. Sehingga, menurutnya, dukungan dan bimbingan para ulama sangat penting untuk menjaga kondusivitas wilayah ini. Apalagi memasuki tahun politik seperti sekarang ini.

Di awal masa jabatannya, Kapolda juga akan berkunjung ke ulama-ulama dan tokoh masyarakat di berbagai wilayah di Jawa Timur. Tujuannya sama, untuk bersilaturahmi, meminta dukungan dan arahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban Jawa Timur.

"Kami akan selalu berkomunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur. Bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," sambungnya.

Baca: Main Malam ini, Berikut Susunan Pemain Persebaya Vs PS Tira

Apa yang dilakukan Kapolda Jatim dirasa sangat tepat oleh KH Abdusshomad Bukhori.

Katanya, dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan kesatuan negara ini, peran ulama dan umaro sangat penting.

"Indonesia ini negara besar. Jadi ulama dan umaro harus terus bersatu untuk menjaga keutuhan negara. Termasuk dalam hal keamanan, ketertiban, pembangunan dan sebagainya," tutur Kiai Abdusshomad.

Diskusi-diskusi antara ulama dan umaro, menurut dia, sangat penting bagi negara ini. Termasuk bagi Jawa Timur sebagai salah provinsi terbesar.

"Jawa Timur warganya mencapai 40 juta jiwa, yang 96,76 persennya adalah muslim. Punya 43.000 masjid, 145.000 mushola, dan 8.000 pondok pesantren, sehingga peran ulama dan umaro sangat penting," urainya.

Di tahun politik seperti sekarang, gesekan-gesekan di masyarakat pasti ada. Dan hal itu, disebutnya, harus diselesaikan melalui cara-cara yang bagus. Seperti pendekatan keamanan, pendekatan agama, penegakan hukum dan sebagainya.

Nah, di situlah peran ulama dan umaro dirasa sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban Jawa Timur. Khususnya pada tahun politik sekarang ini.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer