Kanal

Di Banyuwangi, Ada Kentongan Bambu untuk Pasien Lansia M‎iskin Pasca-Rawat Inap

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat mengecek program Pari Kuning. - surya/haorrahman

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Tidak semua warga akrab dengan teknologi smartphone.

Ada golongan masyarakat seperti para lanjut usia (lansia), yang tidak mengenal teknologi itu.

Karena itu, pendekatan pelayanan publik untuk golongan ini berbeda dengan lainnya.‎

Di Banyuwangi para lansia yang hidup sebatang kara dan membutuhkan pelayanan kesehatan, diberi kentongan agar warga sekitar mendengar dan bisa membantunya.

Para lansia dan kurang mampu ini masuk dalam program, Pari Kuning (Pasca-Rawat Inap, Kunjungi Ning Griyo).

Mereka yang pernah menjalani rawat inap, rutin dikunjungi oleh dokter ke rumahnya.

”Ini inovasi jemput bola yang merawat pasien di rumah untuk melakukan kontrol kesehatan bagi pasien lanjut usia dan sebatang kara. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah, tetap kita berikhtiar semaksimal mungkin hadir untuk pasien warga miskin,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Selasa (11/9/2018).

Anas memaparkan, program Pari Kuning ini rutin mengunjungi dua sampai tiga hari setelah pasien pulang dari rawat inap.

Kunjungan terus dilakukan secara rutin sampai kondisi pasien normal.

"Ini untuk mem-follow-up kondisi pasien pasca-rawat inap. Pada Program Pari Kuning ini, tim puskesmas yang terdiri atas dokter dan perawat mendatangi pasien ke rumahnya. Karena pasien lansia dan sebatang kara ini tidak punya kerabat untuk mengantar kontrol ke puskesmas," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer