Kanal

Terkait Netralitas Prajurit pada Pemilu 2019, ini Peringtan Pangdam Mayjen TNI Arif Rahman

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman kunjungan kerja ke Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) V Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (10/9/2018). - surya/erwin wicaksono

SURYA.co.id | MALANG - Netralitas Prajurit TNI saat pemilu merupakan harga mati. Hal itu tegaskan  Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Ia mewanti-wanti akan menindka tegas terhadap anggota TNI, yang berdinas di bawah komandonya,  jika diketahui tidak netral saat pemilu mendatang.

"Saya tidak main-main soal netralitas ini, Jika ada prajurit yang merusak netralitas, silahkan laporkan kepada kami," terang Arif saat  kunjungan kerja ke Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) V, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (10/9/2018).

Mayjen Arif mengaku sudah  menyiapkan hukuman yang tidak main-main kepada anggotanya yang tidak netral ketika Pemilu.

"Soal hukuman sesuai dengan prosedur, dan sudah disiapkan. Sanksinya apa tergantung dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan," tandasnya.

Soal pengamanan pemilu 2019 ia menegaskan bahwa sinergitas antara TNI dan Polri sudah terjalin dengan bagus. Bahkan, dia yakin dengan Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, juga dapat menjalin kerjasama yang bagus.

"Sudah, kami sudah ketemu. Nanti akan ada peningkatan sinergitas TNI dan Polri," urainya. 

Soal skema pengamanan di Pilkada dia menjelaskan, sepertinya tidak jauh berbeda dengan Pilgub Jatim. Menurutnya, hanya meneruskan saja yang sudah-sudah.

"Sudah bagus kok. Kami juga sudah menjalin sinergitas dengan kepolisian dan instansi terkait," urainya.

Hubungan antara TNI dan Polri di Jatim diakuinya sudah sangat bagus. Hal ini terbukti dengan setiap kegiatan di daerah, setingkat Dandim atau Kapolres selalu hadir.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer