Kanal

Peruri Serahkan Dana Bergulir Kemitraan Senilai Rp 4,5 Miliar Untuk Petani Tebu PTPN XI

Direktur Komersil PTPN XI, Sucipto Prayitno dan Direktur Keuangan Peruri, Nungki Indraty di kantor Pusat PTPN XI, Surabaya, Senin (10/9/2018) saat penandatanganan kerjasama penyaluran dana bergulir untuk petani tebu. - surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk menyalurkan dana bergulir kemitraan senilai Rp 4,5 miliar dengan bunga 3 persen kepada para petani tebu di wilayah kerja PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. 

Penandatangan perjanjian kerjasama dilakukan Direktur Komersil PTPN XI, Sucipto Prayitno dan Direktur Keuangan Peruri, Nungki Indraty di kantor Pusat PTPN XI, Surabaya, Senin (10/9/2018). 

"Saat ini petani tebu membutuhkan modal kerja untuk memulai musim tanam 2018/2019. Sejak Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) ditiadakan maka petani tebu sempat kesulitan memenuhi kebutuhan modal. Memang saat ini masih musim panen, tetapi mereka membutuhkan proses dan waktu sehingga hasil penjualan belum bisa langsung dinikmati dan digunakan untuk modal selanjutnya" jelas Sucipto Prayitno, Direktur Komersil PTPN XI, di Surabaya.

Menurut informasi dari para petani dalam beberapa forum pertemuan, tidak semua petani menggunakan fasilitas kredit produktif yang disediakan oleh perbankan dengan alasan proses dan prosedur yang panjang serta suku bunga yang dikenakan lebih besar dari suku bunga KPPE.

Oleh karena itu dengan adanya pinjaman dana kemitraan dengan suku bunga yang rendah hanya sekitar 3 persen ini diharapkan bisa membantu produktivitas petani.

Direktur Keuangan Peruri, Nungki Indraty mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen Peruri untuk mengembangkan UMKM khususnya di sektor usaha pertanian.

Melalui sinergi ini, Peruri menyalurkan dana program kemitraan kepada petani tebu binaan PTPN XI dalam bentuk modal kerja yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan usaha

“Tujuannya agar ada peningkatan produktivitas tanaman tebu dan pendapatan para petani. Dengan naiknya produktivitas tanaman tebu, maka akan berpengaruh positif bagi kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Nungki Indraty.

Terdapat beberapa syarat bagi para petani calon penerima bantuan, di antaranya adalah belum pernah mendapat beasiswa dari lembaga lain, bukan termasuk petani tebu yang telah menjadi mitra binaan dari BUMN pembina lain atau selain binaan PTPN XI.

Adapun bentuk pinjaman dana program kemitraan adalah pinjaman modal kerja dengan pola penyaluran yang akan ditetapkan oleh PTPN XI dengan tetap memperhatikan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Jumlah pinjaman dana program kemitraan yang dapat disalurkan oleh PTPN XI kepada setiap petani tebu dengan nilai plafon maksimal sebesar Rp200 juta, selain itu penggegunaan pinjaman dana program kemitraan adalah untuk membiayai usaha petani tebu dalam rangka pengelolaan tebu musim tanam 2018/2019.

Sinergi ini sangat terasa bagi petani, aktivitasmereka bisa langsung segera memulai tanam. Karena jika ada keterlambatan tanam akibat kendala tidak ada modal, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan kualitas tanaman tebu, yakni dapat menurunkan potensi rendemen.

"Kami berharap dengan adanya akses modal kerja ini, petani tetap bersemangat dan terjaga minatnya untuk tetap pada komoditas tebu. Terkait dengan harga dan tata niaga gula kami tetap optimis ke depan akan lebih baik lagi”, ungkap Sucipto

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer