Kanal

Meriahnya Festival Grebeg Suro Tahun Baru 1440 Hijriyah di Banyuwangi

Festival Grebeg Suro yang digelar di Pekulo, Kecamatan Srono, Banyuwangi - surabaya.tribunnews.com/haorrahman

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Festival Grebeg Suro yang digelar di Pekulo, Kecamatan Srono, Banyuwangi berlangsung meriah.

Sebanyak 25 tumpeng raksasa diarak menyambut datangnya tahun baru 1440 Hijriyah tersebut.

Ribuan masyarakat memadati rute arak-arakan sepanjang tiga kilometer.

"Ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Pekulo untuk memperingati satu Suro atau datang Tahun Baru Hijriyah," terang Ketua Panitia, Andre Subandrio, saat prosesi pemberangkatan, Senin (10/9).

Tak sekadar perayaan, imbuh Andre, Grebeg Suro juga bertujuan untuk memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memberikan keselamatan dan keberkahan bagi daerah tersebut.

"Leluhur kami mengajarkan demikian untuk membersihkan kampung dari bala, musibah dan marabahaya," ujar Andre.

Baca: Polres Madiun Juga Siapkan Angkutan untuk Acara Satu Suro dan Nyekar Akbar

Baca: 1.298 Personel Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan Nyekar Akbar 1 Suro PSHT di Madiun

Andre bercerita, awalnya tradisi Suroan hanya dilakukan secara individu di rumah masing-masing.

Sejak 2012, tradisi Suroan tersebut dibuat secara serentak satu kampung. Mereka membuat tumpeng dari dua jenis. Ada yang berupa tumpeng nasi kuning atau putih dan ada pula yang berupa tumpeng dari palawija (sayur mayur).

"Agar persatuan dan kebersamaan warga kampung semakin kuat," katanya

Tumpeng yang terbuat palawija, terang Andre, bakal diperebutkan di ujung arak-arakan. Masyarakat Pekulo meyakini, jika mendapatkan bagian dari tumpeng tersebut, bakal mendapatkan keberuntungan satu tahun ke depan.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca

Remaja 18 Tahun Cekik Ibu hingga Tewas lalu Perkosa Mayatnya, Tepergok sang Nenek

Berita Populer