Kanal

Ini Manfaat Menata Sandal di Masjid

- ist

Kerapian merupakan hal yang penting meskipun tidak banyak orang yang menganggap demikian. Rapi dalam berpakaian, rapi dalam penampilan, rapi dalam menata buku, rapi dalam mengatur jadwal, dan rapi dalam aktivitas lain. Itu karena kerapian yang dilakukan menunjukkan kepribadian dan tanggung jawab.

Belajar rapi bisa dimulai dari tempat ibadah. Ada banyak hal kecil yang sering terabaikan. Misalnya meletakkan sandal secara rapi ketika berkunjung ke masjid. Tentu itu menjadi kebiasaan jika alas kaki itu bagi pemiliknya tidak bagus.

Masjid yang menjadi tempat ibadah mengharuskan siapa saja yang berkunjung untuk menjaga kebersihan serta kerapian baik di dalam maupun luar masjid.

Itu seperti yang dilakukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Surabaya, Minggu (2/9/2018). Terinspirasi dari Ustaz Imam Sapari, para anggota IPM merapikan sandal-sandal yang berserakan di teras depan pintu masuk sebuah masjid.

Masjid itu sejak pagi sudah dipenuhi jemaah pengajian rutin matahari terbit. Pesertanya siswa, guru, maupun masyarakat. Itu diadakan satu bulan sekali oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng di Masjid Jenderal Sudirman, Jalan Dharmawangsa, Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Bermodalkan sukarela dan rasa risih melihat sandal yang berserakan dengan antusias mereka menata sandal-sandal itu.

“Ini biar kelihatan rapi juga enak dilihat. Lagipula, tidak sulit mencari-cari karena alas kaki bercampur,” jelas Azhar, salah satu anggota IPM sambil menyatukan sandal-sandal yang terpisah dengan pasangannya dengan penuh semangat.

Rizka Afif, Wakasek Kesiswaan SMP Muhammadiyah 9 Surabaya mengatakan, itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Setiap hari anak-anak menata sepatu dan tas di depan musala.

Hal kecil seperti itu dapat dilakukan secara konsisten agar dapat melatih sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun ketika dengan orang lain. Tentu saja itu tidak hanya dilakukan ketika di musala atau masjid, tetapi juga di mana pun.

Siti Risalatin Ningsih
Konselor SMP Muhammadiyah 9 Surabaya
rizalatinn12@gmail.com

Editor: Endah Imawati

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer