Kanal

Cabut Saja Durinya

- ist

Sebanyak 276 siswa kelas V SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) mengikuti program belajar di luar sekolah (BLS), Kamis (6/9/2018). Lokasinya di Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Sidoarjo.

Di kampus yang berlamat di Jalan Raya Buncitan, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo itu, bocah-bocah Mudipat belajar tentang budi daya perikanan, pengelolaan, dan pengembangan industri perikanan. Mereka diajari budi daya ikan bandeng hingga mengolah bakso bandeng dan es krim berbahan rumput laut.

Para peserta didik tampak antusias mengikuti kegiatan demi kegiatan. Bahkan saat mengunjungi lokasi pengolahan ikan, para siswa tak hanya melongo melihat para pembina mengolah ikan, tetapi juga ikut mencabuti duri ikan bandeng. Bukan itu saja, saat mengelola bakso dan es krim, semua siswa pun ikut cawe-cawe.

Jasmin Rabiah, salah satu siswa mengaku senang bisa belajar langsung tentang industri perikanan di Politeknik KP Sidoarjo. Menurutnya penting baginya untuk memahami ilmu tentang ikan.

“Apalagi ikan itu banyak mengandung protein dan vitamin, bagus buat otak juga,” terang siswa kelas V-A itu.

Pranata Laboratorium Pendidikan Politeknik KP Sidoarjo Suratno mengatakan, teknologi cabut duri bandeng merupakan teknik mengolah bandeng untuk menjaga kandungan gizi. Dijelaskannya, bandeng adalah sumber protein tinggi bagi manusia, karena kandungan omega 3 yang tinggi di dalamnya dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

“Jadi mengoleh bandeng lebih baik cabut duri sebab punya keunggulan dari sisi rasa dan kandungan gizi yang tetap utuh,” jelasnya.

Untuk itu, Suratno menyarankan agar rumah tangga mengelola bandeng dengan cara cabut duri yang mudah dilakukan. Peralatannya pun sederhana hanya pinset dan pisau.

Beda dengan bandeng yang dipresto, memang tujuannya untuk melunakkan duri. Akan tetapi, dari segi kandungan gizi, bandeng yang dipresto sudah berkurang kandungan proteinnya. Itu karena dia dipanaskan dengan uap air bertekanan tinggi.

“Makanya duri-durinya sampai lunak. Akan tetapi, bandeng ini bagus, kandungan proteinnya 17,1 gr dapat memenuhi kebutuhan protein kita,” tandas pria berusia 54 tahun itu.

Agus Widodo, Wakil Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik KP Sidoarjo mengajak siswa Mudipat untuk mencintai ikan. Ia juga berharap, generasi Mudipat mau mengurus kelautan dan perikanan Indonesia di masa depan.

“Silakan kalian nanti melanjutkan pendidikan di sini. Gratis, kok!” pungkas Agus.

Mulyanto
Staf SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya
conk.yanto@gmail.com

Editor: Endah Imawati

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer