Kanal

Sengketa Tanah Desa Ngrejo Tanggunggunung, Lilik Kembali Menyurati Presiden Jokowi

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Lilik Sunarti, warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung yang merasa tanahnya diserobot pemerintah terus melakukan perlawanan. Lilik bertekad akan mengadu ke Presiden.

Lilik mengungkapkan, semua instasi sudah didatangi untuk minta keadilan. Mulai dari pemerintah desa, Pemkab Tulungagung, Polres, Polda Jatim hingga Ombusman. Namun semuanya memenangkan pihak desa. Lilik menegaskan, tanah yang digunakan proyek jalan desa itu adalah milik kakeknya, bukan aset desa.

“Tahun 1991 saya menjual sebagian tanah itu ke tetangga, dan tiga tahun pihak desa menerbitkan Akta Jual Beli (AJB). Itu membuktikan bahwa tanah itu memang milik saya,” tegas Lilik.

Sebenarnya Lilik sudah mengadukan perkara ini ke Presiden Joko Widodo. Pihak kepresidenan juga sudah merespon dan menghubungi Lilik. Namun saat itu jawaban yang diterima Lilik kurang memuaskan.

“Waktu itu saya dihubungi salah satu deputi, dan penjelasannya saat itu masalah ini sudah diatasi Pemkab Tulungagung melalui Inspektorat,” ungkap Lilik.

Lilik sempat menunggu jawaban dari Inspektorat. Namun seperti lembaga lain, Inspektorat juga menegaskan bahwa lokasi proyek adalah aset milik Pemerintah Desa Ngrejo. Jawabab itu membuatnya kecewa, karena Lilik merasa tidak dimintai keterangan terkait masalah itu.

Hampir dua tahun Lilik memperjuangkan tanah seluas 2000 meter persegi yang diklaim sebagai miliknya itu. Kali ini Lilik bertekad untuk kembali menyurati Presiden Joko Widodo. Ia berharap bisa bertemu langsung dengan Jokowi agar bisa memaparkan data yang dimilikinya.

“Saya sudah mengirimkan surat ke presiden, kemarin waktu di Jakarta. Selain itu saya juga minta bantuan ke Pak Hotman Paris,” ujar Lilik.

Masih menurut Lilik, Hotman Paris sudah mengirimkan somasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung. Somasi juga dikirimkan ke Pemerintah Desa Ngrejo. Lilik berharap somasi ini lekas mendapatkan jawaban.

Sementara Dinas PUPR melalui Sekretarisnya, Dwi Hari Subagyo membenarkan ada proyek jalan di Desa Ngrejo. Namun pihaknya hanya selaku pelaksana proyek. Sementara urusan lahan sepenuhnya menjadi tugas dari pemerintah desa setempat.

“Ada usulan membuatan jalan di Ngrejo dan disetetujui. Pemkab tahunya proyek bisa jalan, sementara lahannya pemeritan desa yang mengadakan,” terang Dwi Hari.

Konflik ini bermula sekitar Maret 2017 silam.

Alat berat merobohkan pohon dan meratakan tanah di lahan yang diklaim milik Lilik. Lilik merasa lokasi proyek itu lahan miliknya, sementara pemerintah desa mengklaim aset desa. Lilik kemudian melapor ke Polda Jawa Timur.

Namun kemudian Polda Jatim mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Merasa tanahnya diserobot, Lilik terus melakukan perlawanan. Salah satunya mengadi ke pengacara kenamaan, Hotman Paris Hutapea yang videonya sempat viral. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer