Kanal

Hadiri Peresmian Unit Usaha di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Khofifah Singgung Korupsi DPRD Kota Malang

Kofifah saat menghadiri peresmian unit usaha di Pesantren Bahrul Magfiroh, Malang, Minggu (9/9/2018). - surya/alfi syahri ramadan

SURYA.co.id | MALANG - Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa hadir dalam peresmian unit usaha baru pondok pesantren Bahrul Magfiroh, Malang, Minggu (9/9/2018).

Unit usaha tersebut diberi nama Bahrul Magfiroh Mart (BM). Peresmian itu juga bertepatan dengan haul ke 1 pengasuh pondok pesantren Bahrul Magfiroh, KH Luqmanul Karim.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menyampaikan bahwa diluncurkanya Bahrul Magfiroh Mart tersebut sebagai bentuk kemadirian pondok pesantren. Apalagi pondok pesantren Bahrul Magfiroh dikenal sebagai pondok pesantren yang tidak memasang tarif kepada santri-santri pondok. Tentunya keberadaan Bahrul Magfiroh Mart tersebut bisa memberikan pemasukan tambahan untuk kebutuhan pondok pesantren.

"Ini bukan upaya untuk memodernkan pondok. Tetapi lebih untuk memberikan pemasukan tambahan untuk pondok. Termasuk juga bisa menjadi tempat pelatihan bagi santri-santri pondok," ucapnya Minggu (9/9/2018).

Lebih lanjut, keberadaan Bahrul Magfiroh menurut Khofifah akan sangat membantu bagi masyarakat sekitarnya. Sebab, Bahrul Magfiroh juga menjual produk-prdouk dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dikembangkan oleh warga sekitar. Sinergi tersebut tentu bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Intinya Bahrul Magfiroh Mart ini pasti bisa memberikan dampak positif bagi warga sekitarnya. Selain juga tentu bisa menambah pemasukan bagi PP Bahrul Magfiroh sendiri," imbuhnya.

Di sisi lain, selain meresmikan unit usaha baru milik PP Bahrul Magfiroh, Malang. Gubernur Jatim terpilih yang berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak itu juga sempat memberikan komentarnya terkait prahara yang menimpa DPRD Kota Malang. Menurutnya kasus yang menimpa anggota DPRD Kota Malang sudah sewajarnya bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Utamanya bagi mereka yang saat ini mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk duduk di kursi anggota dewan maupun pejabat daerah lainya. Sebab, sekali saja melakukan kesalahan, maka hal itu akan melukai kepercayaan masyarakat. Namun, ia meyakini 40 calon pengganti tersebut bisa memberikan hal berbeda dan tidak akan melakukan hal yang sama seperti pendahulunya.

"Saya dengar 40 PAW anggota DPRD kota Malang sudah siap dilantik. Semoga saja, fenomena yang terjadi di DPRD Kota Malang itu bisa menjadi pembelajaran berharga bagi bangsa ini," pungkas mantan Menteri Sosial Republik Indonesia itu.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Parmin

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer