Kanal

Mangkir Dua Kali Kasus Dugaan Korupsi, Kepala DLH Kabupaten Madiun Penuhi Panggilan Jaksa

Bambang Brasianto (pakai batik) memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, sebagai tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran dana pengelolaan sampah, Kamis (6/9/2018). - surya/rahadian bagus

SURYA.co.id | MADIUN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto, tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran dana pengelolaan sampah pada 2017 dengan nilai anggaran sekitar Rp 2 miliar, memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun, Kamis (6/9/2018).

Brasianto yang mengenakan kemeja batik warna biru tampak datang didampingi dua orang dari tim kuasa hukumnya. Sebelumnya, tersangka dugaan korupsi ini sempat dua kali mangkir dari panggilan jaksa, dengan alasan sakit.

Untuk diketahui, Bambang Brasianto telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejari Mejayan bersama Kabid Persampahan dan Limbah Domestik, Priyono Susilohadi. Keduanya menjadi tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran dana pengelolaan sampah.

Sebelumnya, pada Kamis (16/8/2018) keduanya dipanggil jaksa untuk diperiksa sebagai tersangka.

Namun, dalam pemanggilan pertama sebagai tersangka itu, hanya Priyono Susilohadi yang memenuhi panggilan jaksa.

Bambang Brasianto kembali mangkir atau tidak hadir memenuhi panggilan jaksa, pada Kamis (23/8/2018) hari ini.

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Negeri Mejayan masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), guna mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat dugaan korupsi tersebut.

Berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh tim penyidik kejaksaan, kerugian diperkirakan sekitar Rp 400 juta hingga Rp 450 juta.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer