Kanal

Hasil Sensus Ikan di Sungai Brantas Ternyata Masih Ada Ikan Arapaima di Wilayah Gresik

Tim sensus ikan dari LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation sedang menangkap ikan di Kali Brantas Gresik, Kamis (6/9/2018). - surya/sugiyono

SURYA.co.id | GRESIK - LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation menggelar sensus ikan di Sungai Brantas bagian hulu hingga Driyorejo Kabupaten Gresik. Sensus ikan itu untuk mengetahui populasi dan scanning ikan yang berhasil ditangkap.

Temuan secara garis besar selama sensus ikan di Sungai Brantas yaitu masih ditemukan indikasi adanya ikan arapaima di Kali Brantas hilir daerah Lebaniwaras Kecamatan Wringinanom. Hal itu berdasarkan kesaksian warga di sekitar Desa Lebaniwaras.

Temuan lainnya, ikan jenis kelamin betina masih mendominasi dibandingkan ikan jantan. Dan ditemukan 11 jenis ikan, yaitu bader abang, bader putih, murahganting, montho, kuniran, palung, lokas, rengkik, keting, jendil dan berot, ikan papar atau (Notopterus notopterus).

"Jadi total 12 spesies ikan di Sungai Brantas," kata Riska Darmawanti, kepala Peneliti Ecoton yang jadi project leader sensus ikan Brantas Hilir 2018, Kamis (6/9/2018).

Ikan papar adalah ikon kawasan suaka ikan Wringinanom yang dilindungi. Keberadaannya semakin terdesak.

"ikan papar yang sebelumnya bisa ditemukan di kawasan suaka ikan di Sumberame, Wringinanom, Lebaniwaras dan Sumengko. Pada sensus ikan ini hanya ditemukan di wilayah Mojokerto kawasan Jetis," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan sejak 2009 Ecoton melakukan sensus ikan untuk mengetahui jenis ikan, perbandingan kelamin dan kesehatan ikan.

Untuk Tahun 2018 Ecoton melakukan sensus ikan untuk mengetahui jenis ikan yang eksis di Brantas hilir, mengetahui perbandingan jenis kelamin jantan dibanding betina dan kandungan logam berat dan senyawa pengganggu hormon dalam daging ikan.

Selain itu juga, fekunditas ikan atau kematangan gonad atau kesehatan seksual ikan dan analisis lambung ikan. Hasil sensus yaitu terjadi pengurangan secara signifikan hasil tanggkapan sebesar 40 persen dibanding 2016.

"Dugaan kami disebabkan sering terjadi ikan mati massal di kali Surabaya dalam tahun ini sudah 3 kali terjadi ikan mati dan banyaknya sampah popok yang ditemukan menyebabkan gangguan kesehatan kelamin ikan. Indikasinya ditemukan beberapa ikan cacat fisik," kata Prigi.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer