Kanal

Kasihan, Bayi Hydrosephalus di Sidoarjo Diabaikan Ibu, Tak Pernah Dirawat di RS

Fatimah Azzahra, bayi penderita Hydrosephalus dan ayahnya (kiri) saat dikunjungi Wabup Sidoarjo, Rabu, 5 September 2018 - surabaya.tribunnews.com/m taufik

SURYA.co.id | SIDOARJO - Fatimah Azzahra terbaring di kasur kecil ruang utamanya tempat tinggalnya di Desa Glagaharum Arum, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Tubuh bayi berusia 4 tahun itu terlihat lemas. Badannya kurus tapi kepalanya tampak besar, jauh melebihi ukuran kepala bayi pada umumnya.

Pembesaran di kepala Fatimah itu karena menderita Hydrosephalus. Sudah cukup lama, tapi tidak dibawa ke rumah sakit oleh orangtuanya. Sang ayah, Fatkul Mubin, memilih mengobati anaknya tersebut ke pengobatan alternatif.

Sehari-hari, Fatimah tinggal di rumah sederhana itu bersama ayah dan dua kakaknya, Mirathul Aufa (11) dan Rini Nur Cahyati (6). Sementara ibunya, pergi dan menghilang entah ke mana.

Mubin bekerja sebagai tukang sayur. Ketika dia harus bekerja, Fatimah hanya dirawat oleh dua kakaknya, yang secara usia juga masih bocah.

Akibat kondisi itu, dua bocah itupun harus putus sekolah. Selain karena biaya, mereka memilih berhenti sekolah demi merawat sang adik yang hanya bisa tergolek lemas dengan kepala yang terus membesar.

Baca: Pria Dari Rungkut Surabaya yang Cabuli Anak Sendiri Divonis 12 Tahun Penjara

Mirathul Aufa berhenti saat masih kelas 5 SD, sementara Rini Nur Cahyati hanya sampai kelas I SD.

"Sudah tidak sekolah sejak dua bulan lalu," ujar Aufa.

Kabar tentang kondisi Fatimah dan keluarganya itu sempat viral di media sosial beberapa hari belakangan. Banyak pihak menaruh simpati kepada mereka, utamanya terhadap Fatimah yang mengalami kelebihan cairan di kepala hingga seperti itu.

Kabar itu juga sampai ke telinga Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer