Kanal

Ini Etika di Persidangan

- ist

Mahasiswa baru perlu dikenalkan dengan kehidupan kampus yang lebih kompleks. Itu yang dilakukan saat Pengenalan Budaya Akademik Kampus di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Mereka mengikuti Klinik Etik dan Hukum (KEH) dengan kampanye berkait dengan contemp of court (COC), Kamis (30/8/2018). COC adalah setiap perbuatan, tingkah laku, sikap dan atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat, dan kehormatan badan peradilan.

KEH merupakan program kerja sama antara Komisi Yudisial dengan enam perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya UINSA. Di pengadilan, COC sangat penting.

Salah satu contoh adalah etika artis yang mengenakan pakaian ketat saat persidangan. Contoh lain adalah peristiwa yang terjadi di Pengadilan Negeri Sumenep. Seorang warga melepaskan tiga karung ular karena kecewa terhadap putusan majelis hakim.

Hal semacam itulah yang termasuk dalam sikap COC. Oleh karena itu, peserta KEH mulai mengenalkan COC kepada mahasiswa baru FSH.

Menurut Viky Nur Yunanda, salah satu peserta KEH sekaligus koordinator kampaye COC, sosialisasi itu diperlukan untuk menyadarkan mahasiswa hukum dan masyarakat akan pentingnya martabat peradilan. Bagaimanapun juga, jika martabat peradilan bisa dijaga dengan baik, maka dapat menjadikan penegakan hukum di Indonesia menjadi lebih profesional dan berintegritas.

”Kegiatan ini merupakan kampaye yang kedua. Sebelumnya sudah berkampaye di sebagian pengadilan agama se-Jawa Timur,” kata Viky.

Dalam kampaye itu, peserta KEH memberikan edukasi berkait dengan pemahaman tentang COC. Selain itu, mereka mengingatkan cara menjaga martabat peradilan, bagaimana bersikap, termasuk dilarang duduk dengan menyilangkan kaki serta tidak memakai baju ketat di persidangan.

Mengampayekan bersikap yang baik itu untuk menjaga marwah peradilan. Pengadilan adalah tempat yang paling mulia untuk pencari keadilan. Memang sikap yang demikian adalah sikap yang simpel, akan tetapi sikap yang dianggap sepele itu dapat dikatakan sebagai sikap yang merendahkan martabat pengadilan.

Mahasiswa hukum adalah mahasiswa yang nantinya terjun di dunia pengadilan. Dalam kampaye ini mahasiswa baru diberi materi serta pembagian brosur dan stiker terkait COC.

Kampaye itu merupakan bentuk awal pengenalan mereka di dunia hukum. Kelak, mahasiswa FSH dapat menjaga martabat peradilan, utamanya berkait dengan etika.

Afif Hidayatul Mahmudah
Peserta Klinik Etik dan Hukum UIN Sunan Ampel
afifmudah@yahoo.co.id

Editor: Endah Imawati

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer