Kanal

Ribuan Pendaki Berpontensi Tak Bisa Merayakan 1 Muharam di Puncak Lawu, ini Alasannya

Petugas memasang larangan mendaki puncak Gunung Lawu mulai Selasa (4/9-2018) siang. - SURYAOnline/Doni prasetyo

SURYA.co.id | MAGETAN -  Titik api beberapa hari ini terlihat di wilayah puncak Gunung Lawu, membuat pemangku hutan, memutuskan menutup pintu pendakian ke gunung tersebut, Selasa (4/9-2018).

Menurut Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Sarangan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu DS
Perum Perhutani Unit II Jatim, Kholil, titik api belum mengarah ke wilayah Jawa Timur.

Meski begitu pemangku hutan dan aparat setempat tidak berani memprediksi arah api yang kini sudah mendekat di wilayah hutan Jawa Timur.

"Kita dari Perhutani tidak berani memprediksi arah titik api. Apalagi menyangkut keselamatan pendaki," kata KRPH Sarangan Kholil, Selasa (4/9-2018).

Menurut Kholil, beberapa waktu lalu titik api diprediksi berada di hutan puncak Gunung Lawu wilayah Jawa Tengah, tidak akan merembet ke hutan puncak Gunung Lawu wilayah Ja mwa Timur. Tapi ramalan beleset, belum sampai satu jam hutan puncak Gunung Lawu di wilayah Jawa Timur ludes terbakar.

"Untung waktu itu, tidak bertepatan dengan ramainya hari pendakian, sehingga, itu memudahkan kami mengevakuasi orang orang yang berada di puncak Gunung Lawu, termasuk pedagang dan pendaki pemula,"ujar mantri hutan asal Ngajuk ini.

Hasil rapat Resor Pemangku Hutan Sarangan, bersama warga masyarakat setempat, relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) Jawa Timur, dan Anak Gunung Lawu (AGL) Jawa Tengah, serta aparat dan BPBD serta Basarnas, sepakat menutup pintu pendakian Cemoro Sewu, Jawa Timur.

Pada Sabtu (1/9-2018) kemarin, sempat dibuka, tapi Minggu (2/9-2018) ditutup kembali karena arah titik api meski masih di Jateng kemungkinan merembet dengan mudah ke wilayah Magetan, Jatim.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra memperkirakan pendaki Gunung Lawu mulai memadati pintu masuk Cemoro Sewu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan pada Sabtu (8/9-2018).

"Kita dari BPBD melakukan pengamanan mulai pintu masuk Cemoro Sewu sampai Pos Satu puncak Gunung Lawu. Tapj karena mulai ada kebakaran di Gunung Lawu, pintu masuk puncak ditutup sementara sampai benar benar aman,"jelas Fery Yoga, Selasa (4/8-2018).

Petugas gabungan itu nantinya akan melaksanakan tugas dalam dua shift, dengan jumlah personel antara 40 - 70 personil. Personel pengamanan Puncak Lawu itu, lanjutnya, merupakan personel gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Basarnaz, AGL dan PGL.

"Setiap 1 Muharam, 1.500 pendaki menuju Puncak Gunung Lawu. Meski pintu masuk pendakian Gunung Lawu ditutup, kami menyiagakan petugas karena banyak pendaki yang nekat mendaki," pungkas Fery.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer