Kanal

PBNU Ekspor Benih Padi Hibrida ke Brunei Darussalam

EKPSOR - Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin (bawa benda Merah Putih), Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj (bawa bendera NU), dan Pimpinan PT Bigene Plantation memberangkatkan ekspor benih padi hibrida PT Bigene Plantation di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo ke Brunei Darussalam, Senin (3/9/2018). - surya/sugiyono

SURYA.co.id | GRESIK - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) bekerjasama dengan PT Bigene Plantation melakukan  ekspor benih padi hibrida Sembada ke Brunei Darussalam.

Ekspor perdana tersebut diberangkatkan Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj, perwakilan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto dan pimpinan PT Bigene Plantation dari Desa Bambe Kecamatan Driyorejo, Gresik, Senin (3/9/2018).

Hadir pula perwakilan Kedutaan Besar Brunei Darussalam.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan bahwa negara perlu memperhatikan hal-hal yang positif yaitu budaya, kesehatan, pendidikan, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jika negara sudah melakukan tiga ini, maka Allah akan memberikan barokah, maka Indonesia tidak akan bubar," kata KH Said, dalam sambutannya, Senin (3/9/2018).

KH Said juga mengatakan bahwa kerjasama dengan PT Bigene Plantation dan PT Jangkar Nusantara sudah lama dijalin sehingga ekspor hari ini sebagai buktinya.

"Kerjasama ini telah melalui berbagai kajian yang mendalam, sehingga layak untuk dilakukan ekspor ke negara Brunei Darussalam," katanya.

Sedang Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin mengakui bahwa Bangsa Indonesia tidak hanya mengimpor tapi juga mulai bisa ekspor. Tidak hanya beras tapi seluruh komoditi pangan bisa diekspor, termasuk seragam tentara juga diekspor ke sejumlah negara.

"Kita sudah mengekspor pakaian tentara ke berbagai negara. Kemudian benih padi hibrida juga kita ekspor. Sehingga bisa mengeskpor keseluruh negeri, tidak hanya benih padi," kata KU Ma'ruf Amin.

Bakal calon wakil presiden RI ini ingin menghilangkan perbedaan antara produk impor dan produk dalam negeri.

"Kita hilangkan disparitas antara produk luar negeri dan produk dalam negeri agar kita sama-sama maju," pungkas dia. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer