Kanal

Ekstra Hati-Hati Rampungkan Basement Balai Pemuda, Pemkot Tak Mau Ganggu Bangunan Cagar Budaya

DIKEBUT - Sejumlah alat berat dan pekerja sedang mengerjakan proyek parkir bawah tanah atau basemen di Komplek Balai Pemuda, Kamis (30/8/2018).  Dalam waktu dekat, proses pembangunan basemen ini akan memakan badan Jalan Gubernur Suryo. - surya/ahmad zaimul haq

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pembangunan basemen di kawasan komplek Balai Pemuda Surabaya terus dikerjakan. Dalam waktu dekat,  pembangunn basemen akan dilanjutkan dengan memakan badan Jalan Gubernur Suryo selebar 1,5 meter. 

Sehingga ruas Jalan Gubernur Suryo yang semula normalnya selebar 10 meter akan berkurang hingga 8,5 meter. 

Kepala Bidang Pembangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR), Iman Krestian,  mengatakan pembangunn basemen ini merupakan rangkaian pembangunan basemen tahap ketiga. 

"Tahap ketiga ini akan membangun luasan parkir bawah tanah seluas 1.000 meter persegi.  Seluas 400 meter persegi dan ramp, serta 600 meter persegi untuk area parkir, kapasitasnya sekitar 36 mobil," kata Iman. 

Lebih lanjut, targetnya, pembangunan lahan parkir bawah tanah ini akan rampung akhir Desember tahun ini.  Saat ini,  progres pembangunan basemen itu sudah 50 persen. 

Iman menyebutkan saat ini sejumlah alat berat memang sedang mengebut pengerjaan basemen. Tepatnya untuk pengerjaan fondasi dan kolom basemen.

Lantaran pembangunan parkir bawah tanah dilakukan berimpitan dengan bangunan cagar budaya Balai Pemuda dan gedung merah putih,  Iman mengatakan Pemkot begitu jeli dan esktra hati-hati. 

Khususnya agar pembangunan konstruksi tidak sampai membuat kerusakan pada bangunan cagar budaya. 

"Kita menggunakan retaining wall untuk menghindari longsor.  Lalu kita juga pasang fondasi dengan sistem injeksi agar minim dampak di sekitar pembangunan basemen," imbuh Iman.

Tidak hanya itu,  pengerjaan basemen yang biasanya menggunakan sistem terbuka,  kali ini digunakan sistem top down agar lebih aman dan tidak menimbulkan dampak retak-rekat ataupun merusak bangunan cagar budaya. 

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer