Kanal

Universitas Wisnuwardhana Luluskan 603 Wisudawan

Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang, Prof Dr Suko Wiyono SH MH - surya/sylvianita widyawati

Surya.co.id | MALANG - Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang menggelar wisuda semester genap tahun akademik 2017/2018 untuk program sarjana dan pascasarjana, Sabtu (1/9/2018). Jumlahnya sebanyak 605 wisudawan bertempat di kampus setempat.

Rektor Unidha, Prof Dr Suko Wiyono SH MH berharap setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka bisa mandiri bekerja. Sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Namun jika kemudian ada yang bekerja pada orang lain, jadikan sebagai sarana belajar untuk kemudian bekerja sendiri," papar Suko, Jumat (31/8/2018).

Sedang yang sudah bekerja, ia mendoakan agar kinerjanya makin baik dan berprestasi. Dari 605 wisudawan itu, dari program sarjana dari Psikologi sebanyak 61 orang. Kemudian Fakultas Ekonomi dari prodi Manajemen ada 78 orang. Dari prodi Akuntansi ada 40 orang.

Sedang dari FKIP, dari prodi PPKn ada 94 wisudawan. Kemudian Bahasa Indonesia ada 85 orang. Dan Matematika ada 73 orang. Sedang dari Fakultas Hukum ada 38 wisudawan. Lalu Fakultas Teknik, dari prodi Teknik Elektro ada 13 orang. Kemudian Teknik Sipil ada 38 orang dan Teknik Industri ada 10 wisudawan.

Sedang dari pascasarjana, rinciannya dari Magister Hukum ada 39 orang dan Magister Manajemen ada 5 orang. Diungkapkan Suko, Unidha juga telah siap menyambut revolusi industri generasi 4.0.

"Karena itu perwakilan dari Unidha, sudah mengikuti workshop pembelajaran daring (dengan jaringan) yang digelar oleh Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia VII Jawa Timur bekerjasama dengan Kemenristekdikti," papar Suko. Pembelajaran daring akan dimasuki Unidha.

Sehingga dipersiapkan dulu SDM nya, termasuk dosen. Sebab mereka juga harus menyiapkan modul pembelajaran daring. Di workshop itu, Kepala BAAK Unidha, Eddy Suprihadi SKom MMSI menjadi peserta terbaik. Untuk itu, dekan dan kaprodi akan mempersiapkan mata kuliah apa saja yang bisa jadi daring.

"Seban mata kuliah daring hanya 30 persen. Sisanya tetap tatap muka dosen-mahasiswa," jelasnya. Mata kuliah daring sudah diingatkan bukan untuk MKU (Mata Kuliah Umum) seperti Pancasila atau Agama. "Sebab MKU itu mata kuliah yang butuh role model dari dosennya. Ini harus tatap muka agar mendapatkan nilai positif dari model," papar Suko.

Misalkan contoh model dosen yang datang tepat waktu. Setelah workshop di Malang, maka akan dilanjutkan pada pelatihan operasional. Dikatakan dia, kuliah daring mau tidak mau harus dimasuki perguruan tinggi saat ini. Sehingga bisa aksesnya lebih luas. Tak hanya perkuliahan di dalam kelas.

Kini Unidha memiliki 160 dosen. Sebanyak lima orang bergelar profesor. Kemudian 25 orang dosen bergelar doktor. "Sedang 15 orang dosen kini tengah menyelesaikan kuliah S3," katanya. Dan sisanya adalah bergelar magister.

Sementara itu, Unidha juga berencana membuka program S1 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Di prodi ini rencananya akan melibatkan dosen psikologi. "Kalau dari SDM dosen psikologi sudah ada," kata dia. Untuk pendirian prodi setidaknya perlu enam dosen.

Sedang untuk pascasarjana, rencana akan membuka Manajemen Pendidikan dan Teknik Lingkungan. Serta S3 Ilmu Hukum namun masih perlu profesor lagi.

Pidato Ilmiah tentang Koperasi

Di prosesi wisuda ini juga ada pidato ilmiah dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unidha, Dr Endang Sungkawati MSi. Ia membawakan pidato "Meningkatkan Kepercayaan dan Partisipasi Anggota Menuju Koperasi Wanita Yang Mandiri".

Menurut dia, koperasi berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah koperasi sampai 2016 di Jawa Timur mencapai 31.171 koperasi dengan jumlah anggota sebanyak 7.621.510 orang berdasarkan data di http://jatimprov.go.id.

Sedang jumlah koperasi wanita (kopwan) ada 8506 buah. Kopwan dikatakan memberdayakan perempuan dan menumbuhkan wirausaha baru skala mikro dan kecil. Anggotanya jika menyadari perannya, maka bisa menentukan dan membangun koperasinya lebih baik.

Namun jika anggotanya kurang berpartisipasi, maka akan sulit mencapai tujuannya. "Kurangnya partisipasi anggota dapat dipengaruhi oleh kepercayaan anggota pada koperasi," jelas dia. Kepercayaan akan menjadi fundamental lembaga koperasi sehingga bisa berkembang.

Misalkan dengan memenuhi kebutuhan anggotanya lewat prinsip-prinsip koperasi. Dengan secara sadar memanfaatkan koperasi lewat layanan usahanya, maka pengelola harus memberikan layanan yang memuaskan. Sehingga bisa menumbuhkan koperasi minded pada anggota.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Parmin

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer