Kanal

Tradisi Nyekar Agung ke Pendiri PSHT di Kota Madiun Tahun Ini Ditiadakan, Diperbolehkan asal . . .

NYEKAR - Ribuan pendekar PSHT masih tampak berziarah di makam Ki Hardjo Oetomo di TPU Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Sabtu (25/10/2014). - surya/sudarmawan

SURYA.co.id|MADIUN - Ritual Nyekar Akbar oleh para pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun, tahun 2018 ini dipastikan tidak digelar. Kegiatan yang digelar setahun sekli ini ditiadakan karena tahun ini merupakan tahun politik.

Ketua PSHT Pusat, Murjoko, mengatakan pihaknya telah mengirim surat pemberitahuan ke masing-masing pengurus cabang, bahwa kegiatan Nyekar Akbar di Madiun ditiadakan. Meski demikian, anggota PSHT diperbolehkan mendatangi makam pendiri SH di Kota Madiun dengan catatan pesilat yang datang tidak boleh berbondong-bondong dalam jumlah besar.

Murjoko mengatakan, kegiatan nyekar di makam sesepuh SH tidak harus dilakukan setiap tanggal 1 Suro atau malam 1 Suro. Masing-masing cabang dapat menggelar kegiatan Suronan di tempat masing-masing.

"Untuk cabang PSHT di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah kami kumpulkan dan kami imbau untuk menggelar kegiatan Suronan di tempat masing-masing," kata Murjoko, usai Rapat Persiapan Suronan PSHT, Jumat (31/8/2018).

Sedang Wakil Walikota Madiun, Armaya, mengatakan sudah ada kesepakatan antara Pengurus PSHT, Pemkot Madiun, kepolisian, dan TNI bahwa Nyekar Agung tahun ini ditiadakan. Alasan utama kegiatan Nyekar Agung ditiadakan karena tahun ini merupakan tahun politik.

"Kami harapkan tidak ada mobilisasi massa pada acara itu. Kami imbau agar yang di daerah menggelar kegiatan di daerah masing-masing, nyekar tidak perlu dilakukan secara berbondong-bondong," kata Armaya.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, meski sudah ada kesepakatan untuk meniadakan acara Nyekar, pihak kepolisian tetap akan menyiagakan personel di tempat kegiatan.

"PSHT tidak menggelar. Untuk PSHT Winongo akan diupayakan untuk tidak menggelar kegiatan Suran Agung," imbuhn

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer