Kanal

Pencuri 24 Karung Beras Bulog Malah Tertawa Setelah Ditangkap Satlantas Polres Mojokerto

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata (kanan) dan Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menunjukkan barang bukti beras curian dan mobil Pick Up L-300 Nopol S 8943 RB, Rabu (29/8) - surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana

SURYA.co.id l Mojokerto - Anggota satuan lalu lintas Polres Mojokerto berhasil menggagalkan pencurian beras yang dilakukan oleh 5 kuli panggul di Sub Divre Bulog V Mojokerto. Kasus pencurian ini terbongkar pada Sabtu dini hari (25/8).

Penangkapan itu bermula saat anggota satuan lalu lintas sedang melakukan patroli di Jalan Sooko pukul 01.30.

Tiba-tiba sebuah mobil jenis pick up L-300 hitam nopol S 8943 RB keluar dari gudang pupuk yang sudah lama tak digunakan.

Dua anggota Satlantas yang sedang berpatroli itu pun curiga lalu menghentikan laju kendaraan.

Ketika digeledah pada bagian belakang bak mobil, ditemukan tumpukan beras yang totalnya berjumlah 24 karung, masing-masing berisi 50 kg beras.

Anggota langsung membawa lima tersangka ke pos lalu lintas Jampi Rogo untuk diperiksa. Kelima tersangka itu adalah Roy Laurandha, Sukadi, Kasiyan, Ahmad Sa’i, dan Darno.

Ketika dikonfirmasi, petugas Bulog Sub Divre 5 membenarkan bahwa telah kehilangan beras berjumlah 24 karung. 

Dari penyidikan terungkap, modus operandi tersangka adalah dengan merusak gembok pintu gudang menggunakan dua gancu.

Selain itu mereka menggunakan sembilan kunci palsu untuk membuka ventilasi gudang agar dapat memasuki tempat penyimpanan beras.

Otak pencurian beras adalah tersangka bernama Roy Laurandha warga Citra Niaga Blok A-16 Kecamatan Denayar, Kabupaten Jombang.

Roy mengatakan, beras hasil curian tersebut nantinya akan dijual ke warung atau toko kelontong. Ia mengaku, menjualnya secara eceran, perkilonya ia hargai Rp 6.000. "saya jual Rp 5.000 perkilo seharusnya kan Rp 8.000 harganya," kata Roy saat press release di Mako Polres Mojokerto, Rabu (29/8).

Roy melanjutkan, ia nekat mencuri beras lantaran upah menjadi kuli panggul tak mencukupi untuk membeli kebutuhan sehari-hari. "Tidak cukup jadi kuli panggul, liat kerjaannya, kalau sepi paling mentok dapat Rp. 20.000 sehari. Mobil pickup itu saya menyewa di tempat rental," ujar seraya tertawa.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, menurut pengakuan tersangka, mereka baru dua kali melakukan aksi pencurian beras di gudang Sub Divre V Bulog Mojokerto.

Namun, pihaknya akan terus mendalami kasus ini. "Kami akan dalami kasus ini. Sementara total kerugian Bulog mencapai Rp 20.000.000. tersangka akan di jerat pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer