Kanal

Ruang Khusus Pijat di Gedung Siola Surabaya Berdayakan Disabilitas   

Pijat Khusus, salah satu sudut ruang pijat di Gedung Siola.    - SURYAOnline/nur

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan layanan ruang pijat khusus tunanetra di Gedung Siola upaya memberdayakan para kaum disabilitas. Mereka perlu mendapat fasilitas untuk tidak saja mengaktualisasikan dirinya. Namun juga mendapatkan uang. 

Humas Pemkot Surabaya Muh Fikser menuturkan ruang pijat di Siola itu permintaan khusus Wali Kota Tri Rismaharini.

"Para disabilitas harus ada yang memperhatikan. Pemkot perhatian terhadap mereka," kata Fikser, Senin (27/8/2018). 

Tidak hanya di Gedung Siola, Pemkot juga meminta sejumlah hotel untuk memberikan tempat khusus bagi disabilitas tuna netra. Pemkot meminta Dinsos untuk mengurus para tuna netra itu. Setelah disekolahkan keahlian memijat bisa bekerja di ruang pijat khusus tersebut. 

Dalam sehari minimal para ahli pijat tuna netra itu bisa membawa pulang paling sedikit Rp 200.000. Ini sudah bisa digunakan untuk menafkahi keluarganya. 

"Kalau Sabtu Minggu, ruang pijat khusus di Siola itu ramai pengunjung. Paling sedikit 10 pengunjung. Bahkan kini tak hanya di Siola, hotel Ibis Budget Juanda juga ada ahli pijat tuna netra yang sama," kata Fikser. 

Saat ini banyak kaum disabilitas tuna netra di Surabaya. Mereka mempunyai ikatan dan komunitas yang kuat. Tidak hanya menekuni pijat, banyak mereka yang menekuni keahlian olah vokal.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin

Hasil Final Polling Mata Najwa di 3 Sosmed, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Berita Populer