Kanal

Lawan Keringat Berlebih Tak Cukup Gunakan Deodoran, Tetap Kering Hingga 7 Bulan dengan Cara ini

Penggunaan Betadine dan Tepung untuk mendeteksi gejala Hyperhidrosis - surabaya.tribunnews.com/delya oktovie

SURYA.co.id | SURABAYA - Deodoran menjadi satu di antara senjata yang sering digunakan untuk melawan keringat berlebih.

Namun menurut dr. Menul Ayu Umborowati, SpKK dari Skin A Dermatology and Aesthetic Surabaya, deodorant tak benar-benar membantu menjaga bagian tubuh tetap kering, dan biasanya bertahan sebentar.

"Deodorant hanyalan penanganan medis pertama, karena mengandung tawas dan pewangi. Tugasnya menyumbat pori-pori agar tidak keluar keringat berlebih, namun nyatanya tidak bertahan lama. Butuh perawatan khusus untuk menanganinya," tuturnya, Senin (27/8/2018).

Terutama bagi pengidap hyperhidrosis, deodoran tidak akan banyak membantu mereka.

Baca: Deteksi Gejala Keringat Berlebih (Hyperhidrosis) Dengan Betadine dan Tepung. Begini Caranya

Apalagi deodoran hanya dipakai di area ketiak, sedangkan hyperhidrosis bisa terjadi di berbagai bagian tubuh.

Bagian primer adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak dan wajah.

Sedangkan bila terjadi di area lain, disebut sebagai bagian sekunder, di mana penyebabnya tidak selalu hanya hyperhidrosis, bisa jadi penyakit sistemik layaknya kelainan hormon.

Menul menyebut keringat berlebih alami terjadi, karena keringat diperlukan tubuh untuk menjaga suhu tubuh normal.

"Hampir semua orang berpotensi hyperhidrosis, namun sekitar 30-60% datang dari faktor genetik. Kondisi ini biasanya dialami oleh keluarga dengan riwayat sama," jelasnya.

Baca: Hindari Pemotor yang Mengemudi Sambil Main Ponsel, Innova Nyemplung ke Pantai

Tetapi jika keringat berlebih sampai mengganggu penampilan dan menimbulkan bau tak sedap, tentu akan mengurasi rasa percaya diri pengidapnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca

Gadis 15 Tahun Diperkosa dan Dikubur di Kebun usai Tolak Cinta Pria yang 20 Tahun Lebih Tua Darinya

Berita Populer