Kanal

J Trust Bank Bentuk Divisi Bisnis Baru Untuk Fokus ke Fintech

ilustrasi - ist/pymnts.com

SURYA.co.id | SURABAYA - J Trust Bank mentargetkan tahun 2019 mendatang untuk serius menggarap Fintech (Financial Technology) dengan membentuk divisi bisnis tersendiri.

Langkah ini dilakukan setelah melihat potensi besar fintech akan mampu mendukung dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia.

“Tahun ini semua masih disiapkan mulai IT, regulasi, SDM internal. Targetnya tahun depan divisi khusus yang menangani fintech sudah ada dan bisa fokus garap pasar. Bahkan bisa menjadi anak perusahaan sendiri nantinya” kata Rudyanto Gunawan, Corporate Secretary Division J Trust Bank, dalam rilis usai penyerahan bantuan hewan kurban kepada salah satu masjid di Surabaya, pekan lalu.

Rudyanto menjelaskan potensi fintech di Indonesia sangat besar. Banyak UMKM dengan beragam sektor usaha yang membutuhkan modal. Mereka ini yang menjadi target pasar J Trust Bank.

“Kami tidak langsung ke konsumen, tapi bekerjasama dengan sejumlah pihak di antaranya Digital Artha Media (DAM) Corp. Mereka nanti yang menyalurkan dana ke masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha dengan cepat dan mudah,” jelasnya.

Uang elektronik berbasis server ini nantinya dapat diunduh oleh nasabah J Trust Bank dan masyarakat, melalui aplikasi Android dan iOS pada ponsel pintar. Nantinya uang elektronik ini dapat digunakan untuk transaksi online maupun offline, dengan jumlah saldo maksimum sebesar Rp2 juta untuk unregistered user sedangkan registered user dapat menyimpan saldo hingga Rp10 juta.

J Trust Bank juga telah bekerjasama dengan UangTeman yang merupakan pelopor pinjaman online di Indonesia.

“Kesepakatan ini berupa penyaluran kredit sebesar Rp15 miliar yang akan akan disalurkan melalui platform UangTeman untuk masyarakat di Indonesia dalam bentuk micro-loan,” kata Rudyanto sambil menyebut alokasi fintech tahun ini sebesar Rp 100 miliar.

Sepanjang 2017, J Trust Bank mencatat kinerja cemerlang dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 121,5 miliar atau tumbuh 117 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba bank yang telah mengakuisisi Bank Mutiara, yang dulu dikenal dengan nama Bank Century ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 377,8 miliar, tumbuh 22,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga meningkat menjadi Rp 12,90 triliun atau tumbuh 10,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,66 triliun.

Total aset perseroan pun mengalami pertumbuhan mencapai Rp 17,17 triliun, atau tumbuh sebesar 6,9 persen dari 2016 sebesar Rp 16,06 triliun. Kredit yang disalurkan sebesar Rp 11 triliun, di mana Rp 5 juta merupakan kredit komersial.

Saat ini di Jatim bank hanya ada di Surabaya dan memiliki dua kantor cabang yakni di Rajawali dan Kertajaya. Juga sudah ekspansi ke Malang sejak satu bulan lalu. Meski baru memiliki 3 kantor cabang di Jatim, namun kontribusi bisnis Surabaya secara nasional cukup besar, mencapai 10-15 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer