Kanal

Warga Sebut Panic Button Cuma Jadi Hiasan Jalan

Tiang emergency call berwarna merah sudah terpasang di Jalan Dupak, Jumat (26/1/2018). Tiang dengan tombol panic button itu akan dipasang di titik-titik rawan dan terintegrasi dengan Command Center 112 agar warga yang melihat kecelakaan atau mendapat tindak kriminal dapat segera dibantu oleh petugas. - SURYA Online/Ahmad Zaimul Haq

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan panic button atau Emergency Call di ruas jalan hingga saat ini belum juga dioperasikan. Meski sudah dipasang, namun panel alat bantu panggilan darurat itu dianggap warga hanya hiasan jalan. 

Mereka bahkan hingga saat ini tidak tahu kegunaan tiang bercat merah dan dilengkapi CCTV tersebut. "Sudah lama dipasang. Tapi tak pernah digunakan karena saya tak tahu itu ada tiang untuk apa. Saya pikir tiang lampu," ucap Samsul Arifin, salah satu warga Keputih, Kamis (23/8/2018).

Dia hampir setiap hari melintas di Jl MERR. Persis di sisi selatan jalan atau sisi kanan dari arah UPN, tidak jauh dari perempatan STIKOM itu terpasang tiang panel Emergencay Call. Tiang ini juga dilengkapi panel solar Cell atau listrik tenaga surya.

Namun hampir semua warga yang ditemui tidak tahu bahwa panel itu sangat berguna bagi masyarakat. Saat terjadi keadaan darurat atau ada korban pelaku kejahatan jalanan bisa dilaporkan melalui panel Emergency Call ini.

Meski pada awal pemasangan Emergency Call pada Januari 2018 lalu sempat dibanggakan Dishub Kota Surabaya. Fasilitas ini lebih interaktif ketimbang Command Center 112.

Alat bantu darurat itu berupa panel tiang setinggi traffic light. Ada tombol kecil yang bisa ditekan setiap saat. Kabid Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Joko Supriyanto menyebut bahwa menekan tombol ini sama saja meminta bantuan untuk petugas datang.

Sebab Panel Emergency Call itu terhubung langsung Command Center 112. Dilengkapi kamera video, CCTV, dan terhubung jaringan melalui kabel optik. Dilengkapi panel solar Cell sehingga beroperasi 24 jam nonstop tanpa terganggu listrik mati.

Begitu ditekan akan ada operator merespons sangat cepat, menanyakan kejadian apa, lokasi dimana, dan identitas penekan tombol.

"Sesuai SOP, petugas baik polisi, Satpol PP, TNI, Linmas, akan tiba di TKP maksimal 7 menit," kata Joko.

Emergency Call itu rencananya akan dipasang di banyak titik rawan terjadi begal atau jambret. Semua titik rawan ini akan dipasang panic botton. Saat ini yang sudah dipasang Emergency Call adalah perempatan Dupak dan perempatan MERR STIKOM Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer