Kanal

Dua Kali Dipanggil Jaksa Atas Dugaan Korupsi, Kepala DLH Kabupaten Madiun Mangkir Lagi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto usai diperiksa. - surya/rahadian bagus

SURYA.co.id | MADIUN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran dana pengelolaan sampah pada 2017 dengan nilai anggaran sekitar Rp 2 miliar, kembali mangkir dari panggil jaksa. Seharusnya, Bambang Brasianto diperiksa sebagai tersangka pada Kamis (23/8/2018) hari ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan, Sugeng Sumarno, mengatakan Bambang Brasianto tidak menghadiri panggilan dari jaksa lantaran mengaku sakit.

"Yang bersangkutan sakit dan ada surat keterangan dokternya," kata Sugeng saat dikonfirmasi, Kamis (23/8/2018) siang.

Ketika ditanya, sakit yang dialami tersangka, Sugeng mengaku belum mengetahuinya. Namun, ia sudah memerintahkan tim penyidik Kejari Madiun untuk melakukan cross check ke Rumah Sakit Dolopo, guna mengetahui dan memastikan sakit yang dialami tersangka.

"Tim akan lakukan cross check ke RS Delopo," sambungnya.

Untuk diketahui, Bambang Brasianto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Mejayan bersama Kabid Persampahan dan Limbah Domestik DLH, Priyono Susilohadi.

Keduanya menjadi tersangka korupsi penyalahgunaan anggaran dana pengelolaan sampah.

Sebelumnya, pada Kamis (16/8/2018) keduanya dipanggil jaksa untuk diperiksa sebagai tersangka.

Namun, dalam pemanggilan pertama sebagai tersangka itu, hanya Priyono Susilohadi yang memenuhi panggilan jaksa.

Bambang Brasianto mangkir atau tidak hadir memenuhi panggilan jaksa, tanpa alasan yang jelas.

Jaksa kemudian kembali mengirim surat panggilan terhadap tersangka dan rencananya akan diperiksa Kamis (23/8/2018) hari ini.

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Negeri Mejayan masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), guna mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat korupsi tersebut.

Berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh tim penyidik kejaksaan, kerugian negara diperkirakan sekitar Rp 400 juta hingga Rp 450 juta.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer