Kanal

Tak Ada Tanggapan terhadap 500 Bacaleg DPRD Kab Mojokerto, Perubahan hingga 10 September 2018

llustrasi kertas suara berisi daftar caleg yang akan dipilih dalam Pileg 9 April mendatang. - antara

Surya.co.id l MOJOKERTO - Masyarakat Kabupaten Mojokerto tak satu pun memberi tanggapan terhadap  500 sosok bakal calon legislatif (Bacaleg) 2019. Minimnya sosialisasi, disinyalir menjadi salah satu penyebab kurangnya pemahaman masyarakat.

Daftar calon sementara legilatif Pileg 2019 diinformasikan KPU lewat berbagai cara. Mulai dari memosting di situs resmi KPU Kabupaten Mojokerto, mengumumkan di surat kabar, hingga memasang DCS di papan pengumuman di kantor KPU dan di 18 kantor kecamatan.

Terhitung mulai tanggal 12 sampai 21 Agustus 2018 masyarakat diberi kesempatan untuk memberi masukan dan tanggapan ke KPU terkait sosok 500 Bacaleg. Namun hingga hari terakhir, tak satupun tanggapan yang masuk ke KPU.

"Belum ada pengaduan sama sekali sampai hari ini," ujar Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif, Selasa (21/8/2018).

Karena masyararakat tak merespons DCS Pileg 2019, KPU akan menggalakkan sosialisasi ke masyarakat. Sebab, kemungkinan masih banyak masyarakat tak terjangkau pengumuman yang dilakukan KPU.

"Masih banyak waktu, kami akan menggenjot sosialisai. Mulai 23 September parpol sudah mulai berkampanye. Ini juga menjadi cara efektif untuk sosialisasi ke masyarakat selain yang dilakukan KPU," ucapnya.

Kurangnya efektivitas sosialisasi DCS oleh KPU dapat dibuktikan dari minimnya pengetahuan masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Bilkis, warga Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Bahkan dirinya belum mengetahui akan adanya Pileg tahun depan.

"Jangankan menilai 500 Caleg, saya saja belum tahu kalau akan ada Pileg tahun depan. Setahu saya hanya Pilpres tahun 2019 nanti," terangnya.

Hal senada dikatakan Sujianto, warga Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sujianto mengaku tak pernah tahu nama 500 Bacaleg yang akan menjadi kontestan, meski ia mengetahui adanya Pileg 2019.

"Nama calonnya saya tak tahu. Jumlah pesertanya sampai 500 orang itu juga saya tak tahu. Saya tak pernah mengakses situs KPU maupun melihat pengumumannya di media cetak," papar Sujianto.

Seusai berakhirnya masa tanggapan dari masyarakat, 500 Bacaleg akan ditetapkan menjadi Daftar Calon Tetap (DCT). Dengan syarat, parpol tidak mengganti Bacaleg yang ada akibat meninggal dunia atau mengundurkan diri. Tetapi, Parpol masih diberi kesempatan untuk mengganti Bacaleg 4-10 September 2018.

Selanjutnya langkah KPU yakni melakukan verifikasi hingga 13 September 2018. Sehari kemudian, KPU akan menyusun ratusan Bacaleg itu menjadi DCT.

500 Bacaleg yang masuk dalam DCS saat ini dari PKB 50, Partai Gerindra 41, PDIP 49, Partai Golkar 50, NasDem 49, Berkarya 13, PKS 39, Perindo 17, PPP 47, PSI 10, PAN 41, Hanura 34, Demokrat 46, PBB 11, dan PKPI.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer