Kanal

Inovasi Emergency Button PSC Tulungagung Makin Mudahkan Masyarakat untuk Dapatkan Bantuan

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung bersama Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto, Sp.B. saat peluncuran aplikasi Emergenty Button, 17 Agustus lalu di halaman Pemkab Tulungagung. - surya/david yohanes

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Public Safety Centre (PSC) Kabupaten Tulungagung semakin berinovasi untuk memberikan kemudahan layanan ke masyakarat. Yang terbaru, PSC Tulungagung meluncurkan Emergency Button.

Emergency Button adalah aplikasi berbasis android, pengembangan dari nomor telepon PSC (0355) 320119. Dengan Emergency Button masyarakat tinggal memencet tombol di smartphone selama satu detik. Operator kemudian akan menerima dan langsung merespon.

“Jika dalam kondisi traffic yang normal, hanya dalam hitungan detik sudah langsung direspon operator,” ujar Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto SpB.

Sebenarnya sudah ada layanan sejenis di daerah lain dengan nama berlainan, seperti panic button. Namun yang membedakan Emergency Button PSC Tulungagung ini terintegrasi.

Mulai dari tenaga medis, kepolisian, pemadam kebakaran, TNI, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lain-lain.

Selain itu Emergency Button PSC Tulungagung juga telah terhubung dengan Global Positioning System (GPS). Sehingga saat kita memencet Emergency Button, operator langsung tahu posisi kita. Operator kemudian akan menelepon balik.

“Operator yang kemudian yang memastikan, apa yang dibutuhkan si penekan tombol itu. Kalau misalnya kecelakaan, maka tenaga medis yang dikirim, jika membutuhkan polisi maka akan diteruskan ke polisi,” sambungnya.

Flowcart Emergency Button ini dirancang sendiri oleh Supriyanto. Sementara programnya diserahkan ke ahli IT asli Tulungagung. Saat ini aplikasi ini sudah bisa diunduh Play Store.

Untuk menggunakan aplikasi ini tinggal diunduh di telepon pintar, dan melakukan registrasi.

Nantinya pendaftar diminta memasukkan nomor telepon, alamat rumah dan email yang masih aktif. Selanjutnya ada tautan aktivasi yang dikirim lewat email.

“Dengan aplikasi ini, semua orang semakin gampang mendapatkan kepastian bantuan. Pondasi kemajuan suatu daerah save community,” tegasnya.

Lanjut Supriyanto, aplikasi ini sangat cocok untuk keamanan anak-anak dan orang tua. Misalnya jika ada kondisi yang harus meninggalkan anak di rumah, orangtua bisa memberikan aplikasi ini.

Jika ada sesuatu terjadi, tinggal menekan tombol dan akan segera datang bantuan.

Untuk memastikan kualitas layanan Emergency Button, PSC akan memblokir akun-akun yang iseng memainkan aplikasi ini.

Lebih jauh dr Supritanto mengungkapkan, selama ini PSC setiap hari menerima rata-rata 20 panggilan darurat. Jumlah ini akan naik saat akhir pekan.

Sebelumnya PSC Kabupaten Tulungagung juga mendapat pengakuan secara nasional. Bahkan PSC masuk Top 40 inovasi, sehingga Supriyanto diundang ke forum pelayanan publik PBB di Maroko, Juli lalu.

Diharapkan Emergency Button ini juga menunjang inovasi terbaru Layanan Sindroma Akut (Laskar).

Laskar adalah terobosan untuk memberikan layanan pasien serangan jantung secara cepat. Laskar sudah masuk Top 99 inovasi tingkat nasional, dan proses verisikasi Top 40.

“Harapannya dengan Emergency Button, kita bisa lebih cepat memberikan pertolongan ke pasien serangan jantung. Karena jantung adalah salah satu penyakit yang paling mematikan saat ini,” pungkasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer