Kanal

Festival Musim Gugur Tiongkok Identik dengan Kue Bulan. Ini Makna Filosofinya

Kue Bulan buatan Executive Chef Kuan Ngee Fong dari Shangri-La Hotel Surabaya - surya/delya octovie

SURYA.co.id | SURABAYA – Datangnya Festival Musim Gugur di Tiongkok selalu disambut dengan kue tradisional yang cantik, yakni Kue Bulan. Festival Musim Gugur dirayakan pada bulan kedelapan tanggal 15 menurut kalender Imlek, karena saat itu dikatakan sebagai waktu di mana bulan berada paling dekat dengan bumi, dan berbentuk full moon.

Menurut Sutoyo Raharto, pengamat budaya Tiongkok dan Xinrong Business, Festival Musim Gugur yang sudah berlangsung sejak 3.000 tahun yang lalu ini sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan kue bulan, karena Festival Musim Gugur diadakan sebagai perayaan pergantian musim.

“Festival Musim Gugur atau Zhongqiu Jie ini sebenarnya adalah perayaan perubahan musim. Jadi kalau sewaktu musim semi kita bisa menanam padi, tanaman, buah-buahan dan sebagainya, kalau musim gugur ini adalah akhir dari musim panen, karena sudah mendekati musim dingin,” kata Sutoyo beberapa waktu lalu.

Orang-orang Tiongkok merasa berterimakasih pada alam karena mereka sudah bisa bercocok tanam dan panen sebelum memasuki musim dingin. Mereka pun ingin mengapresiasi alam.

Apresiasi tersebut ditunjukkan dalam bentuk festival, di mana keluarga-keluarga Tiongkok maupun negara-negara lain yang terpengaruh budaya Tiongkok, biasanya akan menggelar pesta semalam suntuk di depan rumah maupun di depan toko.

“Seiring perkembangan zaman, masyarakat Tiongkok ingin menikmati kue yang berbentuk seperti bulan di perayaan tersebut. Bentuk bulan di filosofi Tiongkok itu berarti mempererat hubungan pertemanan, persahabatan, kekeluargaan,” tuturnya.

Bagi orang-orang Tiongkok zaman dulu, bila memiliki seseorang yang dirindukan namun berada di tempat yang berbeda, cukup melihat ke bulan untuk menyalurkan kerinduan mereka.

Sehingga, bulan dijadikan simbol representasi perasaan rindu, cinta, dan kasih sayang, sehingga penting bagi orang Tiongkok untuk membuat kue bulan saat Festival Musim Gugur, dan memakannya bersama-sama.

Kue bulan tradisional di Tiongkok memiliki ukuran yang bermacam-macam. Menurut Sutoyo, mulai dari yang paling kecil berukuran 5 cm, sampai yang terbesar mencapai 1,5 meter.

“Nah kue bulan ini karena Pemerintah Tiongkok mengadakan survei, kalau kita melihat desa-desa di daerah Great Wall, kue bulan di tiap desa itu variasinya banyak sekali. Isinya ada buah-buahan seperti stroberi dan nanas, lalu kacang-kacangan hijau, merah, semua ada. Tergantung selera masing-masing,” ujarnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer