Kanal

Pengembang Apartemen Madion Avenue Genjot Penjualan Sisa Unit yang Belum Laku

Direktur PT Kertabakti Rajasa, Sony Wibisono didampingi GM Madison Avenue menunjukkan maket apartemen yang progres pembangunannya telah mencapai lantai delapan, Sabtu (4/8/2018) di Surabaya. - surabaya.tribunnews.com/sugiharto

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan tower I apartemen Madison Avenue di kawasan Jemursari oleh pengembang PT Kertabakti Raharja sudah mencapai lantai ke delapan.

Hal itu membuat perusahan pengembang itu agresif melakukan penjualan sisa unit yang belum laku.

"Saat ini penjualan unit apartemen di tower 1 sudah mencapai 80 persen dan tower dua masih kami jual unit di 10 lantai, sisanya target kami selesai akhir tahun ini ini sold out," jelas Rika Kristina, General Manager Madison Avenue disela kegiatan customer gathering, Sabtu (4/8/2018) di Surabaya.

Apartemen Madison Avenue merupakan proyek pengembang PT Kertabakti Raharja yang secara total akan dibangun lima tower. Namun sebagai tahap awal, pihaknya baru membangun satu tower yang hingga akhir Juli 2018 ini, pembangunan sudah mencapai lantai 8 dari 42 lantai yang direncanakan.

"Pembangunan tower I ini merupakan progres setelah IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) dari Pemkot Surabaya mulai turun. Targetnya akhir tahun 2019 mendatang sudah serah terima," tambah  Sony Wibisono, Direktur PT Kertabakti Raharja.

Selanjutnya tower 2 yang sudah dijual secara terbatas, dengan jumlah lantai bangunan yang sama, akhir tahun 2018 akan mulai pembangunan konstruksi. Saat ini, dari 42 lantai, baru 10 lantai yang dijual. Akhir tahun 2018, lantai yang tersisa di tower 2 akan mulai dijual dengan harga baru yang sesuai dengan pasar.

"Kami tidak bisa menjual langsung semua unit, karena ada nilai invetasi dan kenaikan harga. Sehingga kami tahan dan siapkan, termasuk untuk penjualan, launching maupun pembangunan kontruksi di tower-tower selanjutnya," jelas Sony.

Soal investasi dan harga, apartemen yang dilaunching Oktober 2015 dengan harga perdana mulai Rp 182 juta per unit itu, kini sudah mencapai mulai Rp 392 juta per unit.

"Kami berada di wilayah atau kawasan yang cukup strategis. Dekat dengan kawasan industri, universitas, lembaga pendidikan lainnya, dan fasilitas transportasi umum, seperti stasiun, terminal, dan bandar udara. Sehingga nilai investasinya selalu tumbuh dan itu jadi nilai lebih bagi konsumen kami," ungkap Sony.

Terkait 80 persen unit di tower I yang sudah sold out, terdiri atas empat type unit apartemen yang terbagi di semua lantai. Atau masing-masing lantai memiliki empat type unit tersebut. Sementara sisanya sekitar 20 persen akan dimanfaatkan sebagai commercial area pendukung hunian atau apartemen.

"Nantinya yang membedakan antara tower 1 dan tower 2 adalah area komersialnya. Kami sediakan area yang privat, seperti office di tower 1 dan di tower 2 lebih ke area lifestyle," tambah Rika.

Sementara selama bulan Agustus ini, untuk menggenjot penjualan, mereka memberikan banyak penawaran menarik. Seperti uang muka 20 persen dari harga dan dapat diangsur sebanyak 40 kali. Kemudian baru dilanjutkan dengan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) maupun beli tunai dan kredit secara in house.
Pihaknya optimis di tahun 2018 ini hingga tiga tahun mendatang, pasar apartemen masih akan tumbuh.

"Meski persaingan semakin ketat, kami masih memiliki kompetensi produk dan pengelolaan serta pelayanan konsumen yang baik. Kami optimis bisa menghadapi persaingan ini, karena produk dan harga kami tidak sekedar jualan, tapi kami melakukan survey pasar dulu dan melihat kemampuan pasar, kami mengikutinya," tandas Sony.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer