Kanal

Perajin Sandal Wedoro Sidoarjo Pasrah, 90 Persen Miliki Keuangan Tak Sehat

Para perajin di Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo kini hanya memproduksi sandal spons untuk bertahan hidup. - surya/aflahul abidin

SURYA.co.id | SIDOARJO - Masa kejayaan kerajinan sepatu dan sandal di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, sudah lewat.

Para perajin yang hingga kini masih bertahan, diperkirakan 90 persennya memiliki keuangan tidak sehat.

Dari sekitar 200 perajin yang masih bertahan, hanya sekitar 20 perajin yang keuangannya baik. Sisanya sempoyongan.

Ketua Asosiasi Perajin Sepatu Sandal Wedoro (APSSW) Muhammad Baidarus menjelaskan, setiap tutup buku, sebagian besar perajin masih memiliki utang di toko.

“Ibarat tinju, mereka ini kena serangan terus dan hanya bisa bertahan. Yang penting tidak KO (knockout). Untung mepet yang penting bisa dibuat makan,” kata pria yang akrab disapa Ubed ini.

Dengan keuntungan yang kecil itu mebuat mereka tak mampu mengatur keuangan dengan baik.

Akibatnya uang dari pesanan yang seharusnya dipakai untuk produksi, terpakai buat keperluan sehari-hari.

Di Wedoro, kata Ubed, hanya ada sekitar 10 perajin sandal skala besar.
Pembedanya, perajin skala kecil umumnya membuat sandal hanya dibantu anggota keluarga.

Sementara perajin besar bisa mempekerjakan hingga 30 orang.

Ubed pun menganggap, industri besar kini telah banyak yang menyusut.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer