Kanal

Pedagang Roti di Magetan Mengaku Digendam Rp 14 Juta Oleh 2 Perempuan dan Seorang Pria

Mbah Yati yang mengaku digendam dua wanita bercadar dan seorang lelaku pakai masker. - SURYAOnline/Doni prasetyo

SURYA.co.id | MAGETAN - Pedagang roti bolu di Pasar Sayur, Magetan Yati menjadi korban tindak kejahatan dengan modus gendam (hipnotis), Selasa (17/7-2018). Perhiasan yang dipakai dan disimpan dalam tas dibawa pelaku, termasuk uang tunai.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 14  juta lebih. Ironisnya, saat pelaku gendam beraksi, tetangga kiri kanan di pasar tidak ada yang tahu.

"Ketiga pelaku membawa tas dan mencopoti perhiasan yang saya pakai, dua perempuan, seorang laki laki," Yati.

Menurut warga Desa Ringinagung RT004/RW002, Kecamatan/Kabupaten Magetan itu, pelaku perempuan menggunakan baju gamis dan cadar. Sedang laki - lakinya menutupi mulut dan sebagian hidungnya dengan masker.

Awalnya, tambah Yati, salah satu dari perempuan pelaku minta dibungkuskan roti. Seorang perempuan lainnya mendekati dan menepuk korban. Tepukan pertama berhasil dihindari korban, tetapi tepukan kedua mengenai bahunya.

"Saat menepuk pertama, saya berhasil mengelak dan mengatakan jangan tepuk tepuk Bu. Tapi tepukan kedua mengenai pundak saya. Setelah itu saya seperti bingung. Saat kedua perempuan pelaku mencopoti giwang dan gelang, saya pingin berontak, tapi tidak kuat," ujar dia sambil matanya menerawang.

Pelaku selain mengambil perhiasan yang dipakai Yati, juga mengambil tas berisi uang, beberapa perhiasan emas berupa cincin milik anaknya, handphone, Kartu Keluarga (KK), KTP, buku nikah (ijab), dan buku tabungan BRI.

"Yang dibawa sepasang giwang saya, gelang saya pakai, uang Rp 7, 5 juta, dan beberapa cincin emas milik anak, total lebih Rp 14 juta. Uang sebanyak itu sedianya buat bayar bank BRI,"kata pedangan roti bulo, roti khas Magetan ini.

Ironisnya saat ketiga pelaku melucuti dan membawa tas korban, tetangga sesama pedagang yang lapaknya dekat korban tidak satu pun mengetahui.

"Saya tahunya Mbah Yati pingsan. Tahunya setelah dia siuman, lalu cerita kalau uang dan perhiasannya dibawa ketiga pelaku yang menyaru pembeli,"kata Sukarsi, penjual tempe warga Desa Terung, Kecamatan/Kabupaten Magetan.

Kapolsek Magetan AKP Muhammad Munir Palevi yang dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan.

"Korban gendam tidak dilaporkan, siap saya akan tindak lanjuti. Kami akan datangi korban minta keterangan ciri- ciri pelaku,"kata AKP Muhammad Munir.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer