Kanal

Meski Air Waduk Gonggang Surut, Magetan Belum Dinyatakan Krisis Air

Air Waduk Gonggang di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan musim kemarau ini air yang ditampung tinggal sekitar 25 persen dari daya tampung air sebanyak 2,1 juta meter kubik. Meski begitu Kabupaten Magetan belum masuk krisis air bersih. - SURYAOnline/Doni Prasetyo

SURYA.co.id | MAGETAN - Anomali cuaca yang membuat musim penghujan lebih panjang dari yang semestinya, membuat persedian air di sumber mata air dan sumur dalam di wilayah Magetan lebih dari cukup menghadapi musim kemarau ini.

"Kendati pasokan air bersih dari Waduk Gonggang hampir habis, tapi sumber mata air dan sumur dalam yang memasok air bersih untuk warga di wilayah Kabupaten Magetan belum ada tanda tanda penurunan debit,"kata salah satu Direksi PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Sugianto, kepada Surya, Sabtu (14/7-2018).

Menurut Sugianto, dari sebanyak 31 sumber air, sampai tengah musim kemarau ini, belum satu sumber pun memberikan tanda tanda penurunan debit. Malahan dari ke 31 sumber air itu sampai sekarang airnya masih telihat meluap luap.

"Ini akibat anomali cuaca kemarin, yang mestinya kemarau, tapi hujan masih turun dengan lebatnya, sehingga air bisa ditampun di sumber lebih dari cukup. Kecuali waduk Gonggang. Maklum waduk Gonggang tidak hanya untuk pasokan air bersih rumah tangga, tapi juga untuk menyiangi tanah persawahan, jadinya air waduk cepet surut,"jelas Sugianto.

Dikatakan Sugianto, lokasi Waduk Gonggang selain menampung air hujan juga menangkap air dari anak sungai Kali Madiun, dengan daerah tangkapan air (DTA) seluas 12.657 kilometer,  terletak di Dusun Ledok, Desa Janggan,  Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

"Waduk Gonggang dibangun untuk mengatasi kekurangan air, terutama untuk kebutuhan air baku, bagi warga masyarakat di wilayah Magetan bagian Selatan, seperti, di Kecamatan Poncol, Parang, Lembeyan dan Ngariboyo, dengan asumsi pemakaian sebesar 50 lt /jiwa / hari,"kata Gianto, begitu panggilan akrab direksi ini.

Dijelaskan Sugianto, air waduk Gonggang ini selain juga untuk kebutuhan hidup sehari hari, juga untuk  peningkatan intensitas tanam pada lahan yang sudah ada yaitu lahan sawah dan ladang dari 100 persen menjadi 150 persen, dengan area tanam padi dan palawija 2500 ha.

"Karena itu, untuk pasokan air ke rumahtangga, PDAM Lawu Tirta tidak hanya mengandalkan pasokan dari Waduk Gonggang, tapi juga dari sumber air dan mata air sumur dalam,'kata Sugianto.

Mudah mudahan, lanjut Sugianto, kemarau ini tidak sampai menghabiskan pasukan air bersih, terutama yang digunakan warga masyarakat setempat.

"Pada musim tanam ini, belum ada tanah krisis karena kekurangan air. Petani yang berada di tanah paling kering sekalipun, sekarang ini masih bisa bercocok tanam. Mereka sudah diberikan sumur dalam,"pungkas Dirum Sugianto.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Cak Sur

Pergoki Istri Bezina dengan Mantannya, Suami Murka saat Intip dari Celah Dinding lalu Tikam Keduanya

Berita Populer