Kanal

Bude Karwo Ajak Anggota Dharma Wanita Persatuan Ikut Pelihara Budaya Bangsa

Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jatim, Nina Soekarwo saat menghadiri halal bihalal DWP di kantor Gubernur Jatim. - ist/humas pemprov jatim

SURYA.co.id | SURABAYA - Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jawa Timur, Nina Soekarwo, mengajak semua pengurus dan anggota DWP Jatim ikut memelihara budaya bangsa.

Hal ini penting dilakukan karena semakin banyaknya budaya barat yang masuk dan mempengaruhi gaya hidup generasi masa kini.

“Saya mengharapkan agar anggota DWP ikut memelihara budaya bangsa. Walaupun di era globalisasi, jika budaya yang masuk tidak sesuai, maka jangan diterapkan,” ujar Nina Soekarwo saat menghadiri Halal Bihalal 1 Syawal 1439  H dan Workshop Hypno Beauty bagi unsur pelaksana DWP Jatim di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (6/7/2018).

Perempuan yang akrab dipanggil Bude Karwo ini menambahkan,  para perempuan jaman dulu selalu menjaga norma dan memperlihatkan adat istiadat yang dimiliki. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak yang semakin mengikuti budaya asing dan tak peduli terhadap norma di negeri sendiri.

“Siapa lagi kalau bukan kita para perempuan yang mengajarkan kepada generasi penerus untuk mencintai negeri kita tercinta ini?" sambungnya. 

Menurut Bude Karwo, peranan perempuan dalam keluarga, khususnya para anggota DWP sebagai benteng utama menyaring masuknya budaya asing, harus terus ditingkatkan.

Apalagi, pendidikan pertama dan yang paling utama dimulai dari keluarga. Melalui keluarga yang harmonis akan mampu terbentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Kualitas SDM ditentukan dari keluarganya, dan perempuan selaku ibu merupakan guru pertama bagi anak-anaknya,” ungkap Bude Karwo yang juga menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim ini.

Keikutsertaan perempuan dalam pembangunan, lanjut Bude Karwo, khususnya dalam perannya di bidang bidang pendidikan juga harus ditingkatkan.

Apalagi, sex ratio atau perbandingan antara perempuan dan laki-laki di Jatim mencapai angka 100 dibanding 97. Artinya, dari 100 perempuan terdapat 97 laki-laki atau selisih 3 perempuan.

Halaman
123
Editor: Eben Haezer Panca

Kondisi Rumah Angel Lelga Pasca-digerebek, Didatangi Polisi hingga Bawa Bungkusan usai Penggeledahan

Berita Populer