Kanal

Antisipasi Inflasi, Wakil Wali Kota Blitar Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso, bersama Forkopimda dan OPD saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Legi, Senin (28/5). - surya/samsul hadi

SURYA.co.id | BLITAR - Wakil Wali Kota Blitar, Santoso, bersama Forkopimda dan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok di pasar tradisional dan pasar modern, Senin (28/5/2018).

Langkah itu sebagai upaya pengendalian harga kebutuhan pokok dan menecah terjadinya inflasi selama Ramadan.

Setelah melakukan pemantauan harga, Santoso menyampaikan harga kebutuhan pokok masih terkendali. Menurutnya, selama Ramadan, harga kebutuhan pokok memang dinamis.

Santoso berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali sampai Hari Raya Idul Fitri.

"Tiap Ramadan sampai menjelang Idul Fitri biasanya menjadi masa inflasi tertinggi. Perlu ada antisipasi dari pemerintah," kata Santoso.

Dikatakannya, Pemkot akan terus melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pasar agar dapat menjaga stabilitas harga. Selain itu, pemantauan ini juga untuk menjamin tidak ada oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"Jangan sampai ada yang menjual barang kedaluwarsa, jangan sampai ada yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya, jangan sampai ada yang mengurangi kadar timbangan, jangan sampai ada yang menjual barang palsu," tegas Santoso.

Santoso menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kondisi perkembangan harga di Kota Blitar sampai dengan pertengahan bulan Ramadan relatif stabil.

Beberapa komoditas pangan seperti, minyak goreng curah, daging ayam, telur, sayur mayur cenderung mengalami kenaikan tapi masih dalam taraf wajar.

Pemkot Blitar rajin melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencegah inflasi selama Ramadan. Sebelumnya, pada 21-22 Mei 2018, dilakukan pemantauan penjual makanan dan minuman takjil di depan SMPN 1 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

Rencananya, Dinkes akan melakukan pemantauan peredaran makanan dan minuman dalam kemasan pada 30-31 Mei 2018.

Pemantauan ini untuk mengantisipasi peredaran makanan dan minuman dalam kemasan yang tidak layak konsumsi.

Pemkot juga akan menggelar Bazaar Ramadan dan sembako murah mulai 31 Mei-2 Juni 2018. Selain itu Pemkot Blitar juga menggelontor beras miskin daerah awal Juni 2018.

"Kami berharap tidak ada warga yang kesulitas makanan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri," tutup Santoso.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer