Kanal

Melalui KKN Tematik, Mahasiswa Unair Edukasi Calon TKI, Bekerjasama dengan BNP2TKI

Ilustrasi, sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) saat berada di Lembaga Pelayanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan TKI (LPTSA P2TKI). - surya/ahmad zaimul haq

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya untuk menebarkan kemanfaatan dan mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat terus dilakukan oleh Universitas Airlangga (Unair).

Melalui Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan Dan Pengembangan Masyarakat (LP4M), UNAIR terus membenahi sistem Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Menggandeng Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), LP4M akan memberikan edukasi pada calon TKI di Banyuwangi, Jember dan Lamongan.

Sebelum memulai KKN, pengarahan dilakukan pada mahasiswa dan dosen pendamping. Ketua LP4M Prof Jusuf Irianto mengatakan bahwa untuk KKN-Tematik TKI, nantinya akan difokuskan di daerah tujuan KKN yang menjadi kantong-kantong TKI di Jawa Timur.

“Kami akan mendampingi para calon TKI agar tidak mengalami masalah saat melewati berbagai proses pemberangkatan hingga kembali ke tanah air. Termasuk dalam kepengurusan asuransi,” urainya di sela pembekalan dan pengarahan yang dilakukan di Aula Kahuripan kampus C Unair, Sabtu (26/5/2018).

Edukasi ini juga akan diarahkan pada social protection, mahasiswa dan dosen akan bersinergi untuk mendiskusikan masalah yang mungkin ditemukan para TKI.

“Mulai dari berangkat sampai pulang TKI ini punya asuransi, kejadian sering asuransi tidak bisa diklaim karena dokumen asli dipegang majikan,” urainya.

Selain itu, upaya pendampingan juga akan dilakukan untuk mengenalkan budaya negara tujuan TKI. Karena kebanyakan TKI tidak bisa beradaptasi dengan kehidupan modern sehingga kerap mendapat perlakuan kasar.

“Warga kita ini budaya masih ketinggalan. Banyak TKI mengeluh kok sering dimarahi padahal ya banyak yang mereka nggak paham budaya majikannya. Ini yang harus kami ajarkan nanti,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa juga akan bertemu mantan TKI. Sehingga bisa mengarahkan usaha lebih lanjut setelah pulang dari luar negeri.

Dengan memberikan edukasi terkait wirausaha dan manajemen keuangan sehingga uang yang dihasilkn selama menjadi TKI bisa terus dikelola.

Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono mengungkapkan ada 20 desa di tiga wilayah yang menjadi kantong TKI di Jatim. Dengan kerjasama ini, diharapkan orang yang mau keluar negeri ini mendapat edukasi yang terbaik.

“Meningkatkan pemahaman dan membatasi ruang gerak dan pelaku pihak yang mengeksploitasi. Karena para calon TKI sudah paham aturan resminya,” ujarnya.

Selain itu, dengan kedatangan mahasiswa diharapkan juga mampu meningkatkan kepedulian aparat dan keluarga calon TKI. Karena sering ditemukan aparat dan keluarga tidak tahu pekerjaan dan negara tujuan calon TKI.

“Kami ditarget pemerintah untuk meningkatkan penempatan TKI secara prosedural, jadi aman dan produktif,” jelasnya.

Hal ini karena banyak ditemukan eksploitasi TKI secara ilegal. Seperti sejak 2015 sudah ada aturan penempatan di 19 negara area Timur Tengah tidak boleh ada tenaga kerja individu.

“Tetapi faktanya masih saja ditemukan, sehingga diharapkan nanti juga akan meningkatkan kesadaran calon TKI untuk laporan akan adanya ekploitasi TKI sehingga bsia segera ditangani,”pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer